Home / Pemerintah Aceh

Selasa, 28 April 2026 - 19:52 WIB

Gubernur Mualem dan Dubes UEA Bentuk Tim Program Investasi di Aceh

mm Redaksi

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), berjabat tangan dengan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem Al-Dhaheri, usai pertemuan di Jakarta, Senin (27/04/2026). Foto: (Humas Aceh).

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), berjabat tangan dengan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem Al-Dhaheri, usai pertemuan di Jakarta, Senin (27/04/2026). Foto: (Humas Aceh).

Jakarta – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) Abdulla Salem Al-Dhaheri, sepakat membentuk tim bersama untuk program investasi, perdagangan, dan penerbangan. Tim ini mulai bekerja pada Mei 2026 ini.

Kesepakatan tersebut terjadi dalam pertemuan audiensi Gubernur Acehdan Dubes UEA, Senin (27 April 2026). “Ini kunjungan audiensi, sekaligus kita membuka ruang usaha untuk mereka di Aceh,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi.

Pertemuan itu berlangsung di kediaman Dubes UEA yang berada di Kuningan Timur, Jakarta Selatan. Mualem didampingi staf khususnya, Dr Suraiya IT, HM Fauzan Kamil Lc MA, ⁠H Teuku Irsyadi, ⁠Iskandarsyah Bakrie Saadudin, dan Vanda Mutia.

Sedangkan Duta besar UEA didampingi Manejer Emirates Indonesia Majid Alfalasi, Manejer Etihad Indonesia, dan beberapa pejabat tinggi Kedutaan Besar UEA bidang investasi dan perdagangan.

Nurlis menjelaskan, bahwa dalam pertemuan tersebut Mualem memaparkan sejumlah peluang investasi untuk investor UEA. “Sektor perminyakan, gas, pertambangan, dan juga pabrik olahan minyak sawit menjadi minyak goreng,” kata Nurlis.

Selain itu, kata Nurlis, Gubernur Aceh juga menjelaskan mengenai potensi perdagangan ekspor produk pertanian Aceh ke UEA. “Tentu dalam bentuk produk olahan,” kata Nurlis. “Seperti minyak nilam dan kayu gaharu sebagai bahan baku parfum yang sering digunakan warga Arab.”

Selain itu, Nurlis menambahkan, Gubernur juga memaparkan produk turunan kelapa yang banyak diminati pasar Timur Tengah (minyak kelapa, tepung kelapa, briket arang kelapa, sabut kelapa). “Selain itu, juga mengenai biomassa energi terbarukan seperti wood pelet, karbon aktif dari cangkang kelapa dan cangkang kelapa sawit untuk kebutuhan industry,” katanya.

Dubes UEA sangat menyambut baik ajakan Gubernur Aceh untuk berinvestasi dan menjalin hubungan kerjasma dagang. Emirates dan Etihad juga menyatakan keinginannya membuka kantor dan rute penerbangan dari Aceh ke UEA dengan penerbangan lanjutan ke Arab Saudi untuk jamah umroh dari Aceh dan kota lain yang transit di Aceh.

Selain itu, Nurlis menambahkan, bahwa Dubes UEA akan ikut membantu Pemerintah Aceh dalam pemulihan pembangunan pasca bencana di Aceh. “Misalnya pembangunan tempat tinggal, lahan pertanian dan jalan raya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dubes UEA menegaskan kembali rencana investasi Mubadala Energy UEA untuk membangun fasilitas logistik shorebase untuk mendukung eksplorasi blok Andaman di Aceh.(*)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Ketua DWP Aceh Salurkan Bantuan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Tamiang

Pemerintah Aceh

Wakil Gubernur Aceh Temui Sekjen MUI, Bahas Status Tanah Wakaf Blang Padang

Pemerintah Aceh

Wujudkan Visi Misi Mualem-Dek Fadh, Kadis Pendidikan Dayah Aceh Saweu Ulama

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Bakal Gelar Aceh Wakaf Summit Akhir November

Pemerintah Aceh

Mukarramah Fadhlullah Tinjau Langsung Desa Hilang di Meurah Dua, Fokus pada Pemulihan Warga

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Raih Dua Penghargaan di Ajang Indonesia Muslim Travel Index 2025

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Dampingi Mendagri Aktifkan Satgas Pemulihan Pascabencana

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh dan Rombongan Terjebak Longsor di Gayo Lues Saat Antar Bantuan