Home / Pemerintah Aceh

Senin, 11 Mei 2026 - 11:16 WIB

Marlina Muzakir Apresiasi Kebun Buah Naga Sabang, Hendri Sukses Sulap Lahan Tidur Jadi Bernilai Ekonomi

mm Redaksi

Sabang – Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, mengapresiasi kreativitas warga Sabang dalam memanfaatkan lahan produktif untuk pertanian bernilai ekonomi tinggi. Hal itu disampaikannya usai memanen langsung buah naga di kebun milik warga di Gampong Ie Meule, Kecamatan Sukajaya, Minggu (10/5/2026).

Didampingi Ketua TP PKK Kota Sabang, Nuri Zulkifli, Marlina menikmati langsung buah naga hasil panen dari kebun milik Hendri dan istrinya, Lisa Umami.

“Buah naga Sabang, meucrop barang,” ujar Marlina atau yang akrab disapa Kak Na, sesaat setelah mencicipi buah naga segar yang baru dipetik dari kebun.

Ungkapan “meucrop” dalam bahasa Aceh kerap digunakan untuk menggambarkan cita rasa makanan yang sangat nikmat dan memuaskan.

Kak Na menilai, langkah Hendri bersama istrinya patut menjadi contoh bagi masyarakat Aceh. Dengan memanfaatkan lahan kosong di samping rumah, pasangan tersebut berhasil mengembangkan kebun buah naga yang kini memiliki nilai ekonomi menjanjikan.

“Luar biasa Pak Hendri. Kreativitas dan keuletannya bersama sang istri berhasil mengubah lahan tidur menjadi sumber ekonomi keluarga. Ini sangat bagus dan perlu ditiru masyarakat lainnya,” kata istri Gubernur Aceh tersebut.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki dengan menanam tanaman produktif sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

“Masyarakat tidak harus menanam buah naga saja, tetapi bisa juga tanaman lain yang cocok dengan kondisi tanah dan memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya.

Selain itu, Kak Na turut mempromosikan kebun buah naga tersebut sebagai salah satu destinasi wisata agro di Sabang.

“Untuk masyarakat Sabang maupun wisatawan yang berkunjung, silakan datang ke kebun Pak Hendri. Bisa panen langsung dan menikmati buahnya di lokasi. Harganya juga terjangkau, hanya Rp25 ribu per kilogram,” katanya.

Sementara itu, pemilik kebun, Hendri, mengaku produksi buah naga miliknya saat ini belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar lokal, apalagi dipasarkan ke luar daerah.

“Untuk kebutuhan Sabang saja masih belum mencukupi. Sekali panen hanya sekitar 200 hingga 300 kilogram,” ujar Hendri.

Menurutnya, keterbatasan produksi dipengaruhi oleh kebutuhan pupuk dan pencahayaan tambahan untuk tanaman buah naga.

“Buah naga membutuhkan paparan cahaya sekitar 14 jam per hari. Karena itu kami membutuhkan lampu tambahan untuk membantu proses fotosintesis agar produksi buah meningkat,” jelasnya.

Saat ini, Hendri bersama istrinya menanam sekitar 700 batang buah naga di lahan seluas lebih dari 5.000 meter persegi. Sebanyak 300 batang telah berproduksi, sementara 400 batang lainnya mulai berbunga.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Tinjau Gerakan Pangan Murah di Meulaboh, Pastikan Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadhan

Pemerintah Aceh

Kepala DPMPTSP Aceh Ucapkan Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H / 2026 M

Pemerintah Aceh

Wamen Fahri Hamzah: Pengalaman Aceh Bisa Jadi Contoh Nasional Pembangunan Perumahan

Pemerintah Aceh

Jubir Pemerintah Aceh Pastikan Minggu Kedua Februari APBA 2026 Masuki Tahapan Realisasi

Pemerintah Aceh

Kemensos–Pemerintah Aceh Perkuat Sinergi Penanganan Bencana, Enam Truk Logistik Disiapkan Hingga Akhir Tahun

Pemerintah Aceh

Rapat Bersama Presiden Prabowo, Gubernur Mualem Minta Prioritaskan Pemulihan Kesehatan dan Stabilitas Harga Sembako

Pemerintah Aceh

Dinsos Bireuen Perkuat Peran PSM Untuk Tingkatkan Akurasi Data dan Pemantapan Bantuan Berbasis DTKS

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Temui Pendemo, Tegaskan Pergub JKA Tidak mengurangi Hak Warga Kurang Mampu untuk Berobat