Home / Ekbis / Pemko Banda Aceh

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:22 WIB

20 Perajin di Banda Aceh Ikut Pelatihan Kreatif Berbasis Wastra Aceh

mm Redaksi

Banda Aceh – Sebanyak 20 perajin di Kota Banda Aceh mengikuti Pelatihan Bordir Kreatif Berbasis Wastra Aceh selama lima hari dari tanggal 14-18 Juli 2026 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh.

20 peserta dari berbagai gampong ini merupakan pelaku Industri Kecil Menengah dan perajin bordir. Materinya mulai dari pengembangan desain berbasis wastra Aceh, teknik pembuatan pola, praktik membordir, finishing, pengendalian mutu, pengemasan, hingga strategi pemasaran.

Saat membuka pelatihan ini, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengapresiasi kolaborasi Dekranasda dan BPVP sebagai langkah nyata penguatan UMKM. “Saat ini yang dibutuhkan bukan hanya produk yang bagus, tetapi juga produk yang mampu menjawab kebutuhan pasar,” ujarnya.

Ia menegaskan wastra Aceh bukan sekadar kain. Di dalamnya tersimpan sejarah, nilai budaya, dan jati diri masyarakat.

“Pelestarian budaya akan semakin bermakna apabila mampu menghadirkan kesejahteraan. Ketika motif khas Aceh diolah jadi produk fesyen dan suvenir, maka budaya dan ekonomi dapat tumbuh beriringan,” katanya.

Wali Kota juga memaparkan potensi Banda Aceh yang memiliki 269.552 jiwa penduduk dan 47.460 pelaku UMKM. Dan dalam setahun terakhir, pihaknya telah mampu menurunkan angka kemiskinan dari 6,95 menjadi 5,45 persen.

Pelatihan ini juga merupakan implementasi program Cepat: Ciptakan Ekonomi yang Produktif, Akseleratif, dan Tumbuh, serta sejalan dengan Banda Aceh Academy untuk penguatan SDM aparatur pemerintah dan masyarakat pada umumnya.

Dekranasda Bertekad Cetak Perajin Kreatif dan Berdaya Saing

Ketua Dekranasda Kota Banda Aceh, Amir Ridha, menyampaikan pelatihan ini adalah bentuk komitmen Dekranasda dalam meningkatkan kapasitas SDM sektor kerajinan.

“Kami ingin melahirkan perajin yang mampu menghasilkan karya berkualitas sekaligus memiliki nilai ekonomi tinggi. Pelestarian budaya akan kuat jika memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia turut berharap produk bordir yang lahir dari pelatihan ini memiliki identitas khas Banda Aceh dan mampu menembus pasar lebih luas.

Sementara Sekretaris Dekranasda Inayati Sa’aduddin Djamal menambahkan, pelatihan ini khusus untuk perajin yang sudah punya dasar membordir. “Yang kita lakukan adalah meningkatkan keterampilan mereka agar produk yang dihasilkan mampu bersaing bukan hanya di Aceh, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” kata Inayati.

Ia pun menekankan pentingnya penguatan jejaring antar pengrajin agar bisa berkolaborasi memenuhi pesanan dalam jumlah besar.

“Kami berharap bordir berbasis wastra tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga berkembang menjadi produk unggulan yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.” (Rid)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Perkuat Pengawasan Syariat Islam di Titik Nol Kutaraja dan Ulee Lheue

Ekbis

“Melayani Sepenuh Hati” Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Aceh Resmi Buka Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran Tahun 2025

Pemko Banda Aceh

Ketua PKK Banda Aceh Buka Peringatan Harganas Ke-33 di Puskesmas Kopelma Darussalam

Pemko Banda Aceh

Serunya, Illiza Nonton Bareng Warga Kota di Car Free Day

Ekbis

BSI Aceh Kucurkan KUR tahun 2024 Melebihi Target

Ekbis

SULING Bersama Regional CEO BSI Aceh: Menyambut Pagi dengan Semangat dan Harapan Baru

Ekbis

Semarakkan Ramadhan, Bank Aceh Hadirkan Gampong Ramadhan

Pemko Banda Aceh

Diskominfotik Banda Aceh Dorong Operator OPD Maksimalkan Portal Satu Data