Meulaboh – Kepala Perencanaan dan Pengendalian Posko Nasional Satgas PRR, Brigjen TNI Andre Julian, meninjau sejumlah lokasi sasaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (30/9/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Andre didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat, Sekretaris Dinas PUPR, BPBD, serta Dinas Pertanian.
Sejumlah lokasi yang ditinjau meliputi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Alue Lhok, tanggul sungai, serta jembatan di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen.
Brigjen TNI Andre Julian mengatakan, pembangunan gedung baru SDN Alue Lhok tidak menggunakan dana APBN, melainkan melalui anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp1,5 miliar.
Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan enam ruang kelas, satu toilet siswa, dan satu toilet guru.
“Ke depan nanti akan bertahap, Dinas Pendidikan akan mengajukan kelengkapan-kelengkapan sekolahnya, misalnya seperti pagar, kantor guru dan mungkin ada lapangan kecil untuk olahraga,” kata Andre.
Ia menegaskan, pemerintah membuka peluang bagi berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Aceh Barat.
Andre berharap pembangunan gedung baru SDN Alue Lhok dapat selesai sesuai target sehingga dapat segera digunakan oleh para siswa.
“Kalau sesuai dengan apa yang direncanakan, mungkin pada pertengahan Desember 2026 ini sudah bisa kita operasionalkan. Mudah-mudahan tidak ada faktor lain yang membuat lambat, misalnya cuaca,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat, Irwan, mengatakan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan gedung baru SDN Alue Lhok merupakan hibah dari pemerintah desa setempat.
Menurutnya, untuk sementara waktu fasilitas yang tersedia belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan sekolah. Saat ini, siswa SDN Alue Lhok yang direlokasi menempati ruang yang mampu menampung sebanyak 56 siswa.
“Untuk sementara ini karena sifat bantuannya masih belum maksimal, maka di sini kita hanya ada ruang siswa yang mampu menampung sebanyak 56 orang siswa SDN Alue Lhok yang kita relokasi sekarang ini,” ujar Irwan.
Irwan mengatakan pembangunan gedung baru SDN Alue Lhok diupayakan selesai sesuai target dan dapat mulai digunakan pada tahun ajaran baru, Januari 2027 mendatang.
Selain pembangunan sekolah, peninjauan juga dilakukan terhadap sejumlah infrastruktur yang menjadi sasaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk tanggul sungai dan jembatan di Desa Jambak.










