Home / Pemkab Aceh Barat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:13 WIB

HUT ke-438 Kota Meulaboh Tanpa Hiburan Band, Hadirkan Tari Tradisional dan Seni Budaya

REDAKSI

Bupati Aceh Barat Tarmizi bersama Wakil Bupati Said Fadheil membuka rangkaian peringatan HUT ke-438 Kota Meulaboh di lahan eks BRI, depan Lapangan Teuku Umar, Sabtu (10/10/2026) malam. Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Tarmizi bersama Wakil Bupati Said Fadheil membuka rangkaian peringatan HUT ke-438 Kota Meulaboh di lahan eks BRI, depan Lapangan Teuku Umar, Sabtu (10/10/2026) malam. Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Meulaboh – Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM didampingi Wakil Bupati Said Fadheil SH secara resmi membuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-438 Kota Meulaboh, Sabtu (10/10/2026) malam.

Pembukaan kegiatan yang berlangsung di lahan eks BRI, depan Lapangan Teuku Umar, itu dihadiri sejumlah tokoh dan tamu undangan, mulai dari perwakilan Pemerintah Provinsi Aceh, para bupati dan wali kota se-Aceh, anggota DPRA, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan perusahaan swasta dan BUMN, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, hingga ribuan masyarakat.

Dalam sambutannya, Tarmizi mengatakan peringatan HUT Kota Meulaboh tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Kali ini, hiburan musik atau penampilan band ditiadakan dan diganti dengan pertunjukan seni budaya, menyusul saran dari para ulama dan organisasi masyarakat Islam di Aceh Barat.

“Karena pada kali ini kami fokus pada talenta lokal dan menampilkan seni budaya seperti tarian ratoh jaroe, tarek pukat, seudati, rapai saman, rapai tuha dan juga penampilan debus,” kata Tarmizi.

Ia menjelaskan, selama 20 bulan memimpin Aceh Barat bersama Said Fadheil, pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan. Namun, berkat kerja sama Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur vertikal lainnya, berbagai persoalan dapat dihadapi dengan semangat bersama untuk membawa Aceh Barat menjadi lebih baik.

“Periode ini kita dihadapkan pada tantangan yang luar biasa, mulai dari situasi global yang tidak menentu, tekanan fiskal yang membuat daerah kesulitan anggaran hingga bencana alam. Namun, semua itu tidak membuat kami frustrasi, tetapi kami jadikan sebagai motivasi,” ujarnya.

Menurut Tarmizi, penyelesaian berbagai tantangan daerah membutuhkan persatuan dan kolaborasi seluruh pihak. Ia menilai sinergi dapat membantu daerah menghadapi persoalan sekaligus membuka peluang untuk mencapai hasil yang sebelumnya dianggap sulit diwujudkan.

Ia juga menekankan pentingnya strategi kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, komunitas masyarakat, dan media dalam memetakan persoalan serta merumuskan solusi.

“Strategi kolaborasi pentahelix melibatkan akademisi, pelaku usaha, komunitas masyarakat dan media. Siapa melakukan apa, semua permasalahan bisa dipetakan, semua akar masalah dipelajari dan menemukan solusinya,” katanya.

Di tengah keterbatasan anggaran, Tarmizi menyebut pemerintah daerah akan memprioritaskan pelayanan dasar yang berpengaruh langsung terhadap masa depan masyarakat, terutama sektor kesehatan dan pendidikan.

Pada sektor kesehatan, Pemkab Aceh Barat tengah berfokus membenahi Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUD CND). Pembenahan tersebut mencakup manajemen rumah sakit, peningkatan kualitas pelayanan, fasilitas, hingga kenyamanan pasien.

Selain itu, pemerintah daerah menjalankan program Kartu Aceh Barat Sehat (KABS). Melalui program tersebut, keluarga pasien yang dirujuk dari RSUD CND ke luar daerah, khususnya Banda Aceh, memperoleh bantuan sebesar Rp1 juta yang disalurkan langsung tanpa persyaratan dan birokrasi yang rumit.

“Ini adalah program prioritas kami pada saat kampanye dulu, yang dulu dikatakan tidak mungkin terwujud dan sempat diragukan. Namun, sejak setelah dilantik awal Maret 2025 hingga September 2026 sudah membantu 1.734 pasien,” ungkapnya.

Sementara di sektor pendidikan, Tarmizi mengatakan pihaknya sedang membenahi manajemen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, termasuk memberantas praktik pungutan liar (pungli).

Ia juga menyampaikan rencana penugasan guru-guru dayah untuk mengajar di seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) pada 2027. Para guru tersebut akan difokuskan pada pembelajaran fardu ain agar siswa memahami dasar-dasar hukum agama.

Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan agama perlu diperkuat karena masih banyak anak yang tidak mengikuti pendidikan di dayah maupun taman pendidikan Al-Qur’an (TPA).

Tarmizi menambahkan, setiap guru diwajibkan mengajak murid mengaji selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Guru juga diminta menanamkan nilai-nilai adab kepada siswa sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter.

Melalui peringatan HUT ke-438 Kota Meulaboh, pemerintah daerah berharap semangat kebersamaan, pelestarian seni budaya, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat terus tumbuh untuk mendukung pembangunan Aceh Barat.

Share :

Baca Juga

Pemkab Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Hadiri Halal Bihalal IPMS di Samatiga, Dukung Pengembangan Wisata Laut dan Nipah

Pemkab Aceh Barat

Satgas PRR Pastikan Pembangunan SDN Alue Lhok Ditargetkan Rampung Desember 2026

Pemkab Aceh Barat

Tarmizi Apresiasi Inovasi Pelajar dalam EXPOSE III di Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat

FGD WPR Digelar di Aceh Barat, Pemkab Soroti Legalitas, Keselamatan dan Lingkungan

Pemkab Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Dorong Pencegahan Stunting dari Hulu hingga Hilir

Pemkab Aceh Barat

Tarmizi Tekankan Mitigasi Bencana, Minta Titik Evakuasi dan Logistik Disiapkan

Berita

Bupati Aceh Barat Tinjau WTP 2, Pastikan Suplai Air Bersih Meningkat

Pemkab Aceh Barat

Bupati Tarmizi Percayakan Jabatan Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan kepada Dr Kurdi