Home / Advertorial / Pemerintah Aceh

Jumat, 7 Februari 2025 - 18:22 WIB

PBB Gelar Pameran Foto di Museum Tsunami

mm Redaksi

Banda Aceh – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar pameran bertajuk “Setelah Gelombang Reda: Jejak PBB di Aceh” di Museum Tsunami Aceh. Pameran ini menampilkan dokumentasi perjalanan pemulihan Aceh pascatsunami 2004, menyoroti peran PBB dalam membantu membangun kembali daerah yang terdampak.

Pameran resmi dibuka pada Kamis, 6 Februari 2025, dan akan berlangsung hingga akhir tahun. Acara ini bertujuan untuk mengenang serta mengapresiasi dukungan global, khususnya dari PBB, dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh.

Pembukaan pameran dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh merangkap Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh, Almuniza Kamal, Direktur Pusat Informasi PBB, Miclos Gaspar, serta sejumlah pejabat terkait. Usai acara pembukaan, para tamu diajak berkeliling untuk melihat foto-foto yang mendokumentasikan perjalanan pemulihan Aceh dari masa sulit menuju kebangkitan.

Miclos Gaspar menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar kumpulan gambar, melainkan bukti nyata dari kekuatan solidaritas dan kemanusiaan.

“Setiap foto menangkap momen duka, harapan, dan pemulihan. Ini adalah pengingat akan upaya kolektif yang dilakukan pasca salah satu bencana alam paling dahsyat di dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa setelah tsunami melanda, dunia bersatu untuk mendukung Aceh dan Indonesia. Badan-badan PBB, seperti ILO, UNICEF, dan WHO, bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, organisasi lokal, serta ribuan relawan untuk menyelamatkan nyawa, membangun kembali rumah, dan memulihkan mata pencaharian masyarakat.

“Pameran ini adalah penghormatan abadi bagi semangat masyarakat Aceh. Dalam masa krisis, persatuan dan kepedulian mampu menghasilkan pemulihan yang luar biasa,” kata Miclos.

Atas nama PBB, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh, Museum Tsunami Aceh, serta seluruh mitra yang telah mewujudkan pameran ini. Ia berharap foto-foto ini dapat menginspirasi generasi mendatang dan menjaga semangat solidaritas global.

Sementara itu, Pj Wali Kota Banda Aceh, Almuniza Kamal, menekankan bahwa pameran ini menunjukkan bagaimana dunia tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga mendukung program pemulihan yang berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan masyarakat.

“Ini bukan sekadar kumpulan gambar, tetapi refleksi sejarah. Melalui foto-foto ini, kita diajak untuk mengingat kembali bagaimana dunia berdiri bersama Aceh di saat-saat paling sulit pascatsunami 26 Desember 2004,” ujarnya.

Almuniza juga menyoroti peran penting PBB dalam pemulihan Aceh, mulai dari pembangunan infrastruktur, pemulihan ekonomi, hingga penguatan sistem manajemen bencana dan peringatan dini.

“Kita tidak boleh melupakan bagaimana solidaritas global mengalir ke Aceh. Kehadiran PBB dan komunitas internasional membangkitkan harapan dari puing-puing kehancuran. Dua puluh tahun pascatsunami, Banda Aceh dan Aceh secara keseluruhan telah bertransformasi menjadi daerah yang lebih tangguh dan maju,” ungkapnya.

Kadisbudpar Aceh itu berharap pameran ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif untuk terus menjaga warisan sejarah dan memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan di masa depan.

“Semoga kolaborasi antara Museum Tsunami Aceh dan United Nations Information Center terus berlanjut dalam berbagai bentuk kerja sama yang bermanfaat bagi masyarakat Aceh dan dunia,” pungkasnya. (Adv)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

PGE Kirim Bantuan ke Aceh, Wagub Fadhlullah Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh dan Kemenko Kumham Imipas Gelar Pertemuan, Bahas Peresmian Memorial Living Park

Pemerintah Aceh

Kepala DPMPTSP Aceh Fokuskan Distribusi Logistik Tepat Sasaran di Subulussalam

Pemerintah Aceh

Peduli Korban Bencana Hidrometeorologi Aceh, ASN DPKA Serahkan Bantuan

Pemerintah Aceh

IKASI Serahkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir dan Longsor Aceh

Pemerintah Aceh

Asisten III Sekda Aceh Lepas Peserta Pawai Takbir Idul Adha

Pemerintah Aceh

Pertama dalam Sejarah, Aceh Tuan Rumah Indonesia Fencing Championship

Advertorial

Museum Tsunami Aceh, Napak Tilas Sejarah dan Kebangkitan dari Tragedi