Banda Aceh – Sebanyak 123 dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), Subspesialis, dan Fellowship Angkatan II Tahun 2026 Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti orientasi di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, Jumat (25/9/2026).
Orientasi tersebut menjadi tahap awal bagi peserta sebelum memasuki proses pendidikan klinis di rumah sakit rujukan utama Aceh, dengan penekanan pada kompetensi, integritas, etika, serta keselamatan pasien.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Multazam 2 RSUDZA itu dibuka langsung Direktur RSUDZA, Dr. Muhazar Harun, SKM., M.Kes.
Dalam sambutannya, Muhazar menegaskan peserta didik tidak hanya dituntut menguasai ilmu dan keterampilan klinis, tetapi juga harus memiliki etika, kemampuan komunikasi, empati, serta tanggung jawab profesional dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
“Sejak hari pertama berada di RSUDZA, peserta didik adalah bagian dari sistem pelayanan rumah sakit. Setiap keputusan, komunikasi, pencatatan, dan tindakan dapat memengaruhi mutu pelayanan serta keselamatan pasien,” tegasnya.
Sebagai rumah sakit rujukan sekaligus rumah sakit pendidikan utama di Aceh, RSUDZA menjadi tempat peserta didik menangani berbagai kasus kompleks dengan latar belakang pasien yang beragam. Karena itu, keselamatan pasien harus menjadi prioritas dalam setiap proses pendidikan dan pelayanan.
Direktur juga meminta peserta bekerja sesuai kompetensi dan kewenangan klinis serta mengikuti jenjang supervisi. Peserta didik diminta tidak ragu berkonsultasi ketika menghadapi kondisi di luar kemampuan.
“Meminta bantuan bukan tanda kelemahan, tetapi bentuk profesionalisme dan tanggung jawab kepada pasien,” ujarnya.
Selain kompetensi klinis, peserta didik diminta menjaga etika, komunikasi, kerahasiaan medis, dan martabat pasien.
RSUDZA juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, saling menghormati, serta bebas dari perundungan maupun budaya senioritas yang tidak mendidik.
Para supervisor, Ketua KSM, konsultan, dan tenaga pendidik klinis diminta memberikan bimbingan secara konsisten, adil, dan manusiawi. Sementara peserta didik diingatkan agar tidak sekadar mengejar jumlah kasus atau pemenuhan logbook.
“Setiap pasien adalah amanah, bukan sekadar objek pembelajaran,” tegas Muhazar.
RSUDZA bersama Fakultas Kedokteran USK berkomitmen memperkuat integrasi pendidikan, pelayanan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menghasilkan dokter spesialis dan subspesialis yang kompeten, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan berkualitas.
Orientasi tersebut menjadi tahap awal bagi 123 peserta PPDS, Subspesialis, dan Fellowship Angkatan II Tahun 2026 sebelum menjalani proses pendidikan klinis di RSUDZA.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dekan Fakultas Kedokteran USK, Kabid Diklat, Ketua Komkordik, serta para Koordinator Program Studi.







