Home / Peristiwa

Selasa, 19 Agustus 2025 - 09:39 WIB

Ikasmantig Banda Aceh Gelar Diskusi Alumni Dihari Kemerdekaan

mm Mohd. S

Banda Aceh – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ikatan Alumni SMA Negeri 3 (Ikasmantig) Banda Aceh (17/8) merayakannya dengan cara yang unik dan bernuansa edukatif. Mengusung tema “Ikasmantig Satu Jiwa, Merdeka Tumbuhkan Karya”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar alumni, tetapi juga menghadirkan diskusi inspiratif mengenai bisnis dan dunia kerja.

Diskusi yang digelar di Banda Aceh tersebut menghadirkan tiga narasumber alumni Ikasmantig yang telah sukses berkiprah di bidangnya masing-masing, yaitu Nizar Saputra (Alumni 1989), Wakil Kepala BPMA Aceh; Mawardi (Alumni 1982), Direktur Utama PT Agra Bumi Niaga (agribisnis) dan PT Perapen Prima Mandiri; serta Rizalsyah (Alumni 1991), Direktur Utama PT Global Mandiri USK.

Dalam paparannya, Nizar Saputra yang berpengalaman bekerja di Conoco Phillips, Premier Oil, hingga Petronas, menekankan pentingnya kualitas kerja di level internasional.

“Perusahaan internasional tidak melihat siapa kita, tetapi apa yang kita kerjakan dan apa yang bisa kita hasilkan. Oleh karena itu generasi muda Aceh harus siap mengembangkan keahlian agar mampu berjuang di dunia kerja internasional,” tegas Nizar.

Sementara itu, Mawardi berbicara tentang realitas dunia usaha di Aceh saat ini. Ia menekankan bahwa dunia bisnis harus bangkit, terutama pada sektor riil, agar dapat membuka lapangan kerja baru.

“Dunia usaha tumbuh dengan baik jika iklim usahanya bagus. Saya berharap lahir lebih banyak pengusaha lokal dan nasional yang tangguh dari Aceh. Anak Aceh tidak boleh manja dan harus keluar dari zona nyaman jika ingin berhasil,” jelasnya.

Sedangkan Rizalsyah menyoroti potensi besar pada sektor hilirisasi pertanian Aceh, terutama komoditas nilam.

“Nilam Aceh adalah yang terbaik di dunia. Saat ini animo masyarakat untuk menanam nilam sudah mulai tumbuh kembali. Pemerintah Aceh harus mendorong masyarakat menanam nilam, karena di situlah nilai tambah ekonomi Aceh,” ungkapnya.

Dari hasil diskusi tersebut, para alumni merekomendasikan beberapa poin penting sebagai langkah bagi generasi muda Aceh, antara lain: Anak muda Aceh harus berani keluar dari zona nyaman untuk menimba pengalaman di luar Aceh, Generasi tangguh Aceh bukan hanya tanggung jawab perguruan tinggi, tetapi juga tanggung jawab bersama, termasuk keluarga yang mendorong anak-anaknya lebih mandiri, Pengalaman sangat penting dalam membentuk karakter dan membangun jiwa wirausaha dan Generasi Aceh harus terus meningkatkan keahlian dan keterampilan agar mampu bersaing dengan dunia luar.

Selain menjadi forum diskusi yang inspiratif, kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang perayaan Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-80 serta reuni mini alumni Ikasmantig. Suasana kebersamaan dan semangat kemerdekaan makin terasa saat para alumni lintas angkatan berkumpul, mengenang masa sekolah, serta berkomitmen bersama membangun Aceh melalui karya nyata.

“Acara ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat diterjemahkan dengan karya positif melalui diskusi, kolaborasi, serta tekad para alumni untuk terus berkontribusi bagi kemajuan pendidikan, bisnis, dan pembangunan di Aceh”, jelas T. Meldi Kesuma, Ketua Umum Ikasmantig Banda Aceh.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Satgas Yonif 112/DJ Layani Kesehatan Gratis dan Bagikan Bahan Makanan di Puncak Jaya

Peristiwa

Jelang HUT Ke-80 TNI, Satgas Yonif 112/DJ Berbagi Kasih dengan Warga Puncak Jaya

Peristiwa

‎Satgas Yonif 112/DJ Melaksanakan Olahraga bersama Forkopimda Puncak Jaya ‎

Peristiwa

Gelar Jum’at Berkah, Satgas Yonif 112/DJ Bagikan Makanan Bergizi Gratis untuk Warga Papua

Peristiwa

Pencarian 2 Warga Bener Meriah Tertimbun Longsor Dilanjutkan Hari Ini

Peristiwa

Dansatgas Yonif 112/DJ Tinjau Lokasi Pembangunan Aula Serbaguna untuk Warga Jigobak Puncak Jaya

Peristiwa

UIN Ar-Raniry Salurkan 20 Ekor Sapi Kurban dan 1000 Paket Baju Lebaran dari Emirates Red Crescent

Peristiwa

2 Warga Tertimbun Longsor di Bener Meriah Ditemukan Meninggal Dunia