Banda Aceh – Komitmen Pemerintah Aceh dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan akuntabel kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA), Pemerintah Aceh meraih penghargaan bergengsi dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) atas capaian kinerja kearsipan, khususnya dalam digitalisasi arsip.
Dalam penilaian terbaru, tingkat digitalisasi arsip Pemerintah Aceh mencatat nilai 91,51 dengan predikat “AA” (sangat memuaskan). Sementara itu, hasil pengawasan kearsipan tahun 2025 memperoleh skor 73,03 dengan kategori “BB” (sangat baik).
Capaian tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kepala ANRI Nomor T/AK.01.00/92/2026 yang ditetapkan pada 5 Januari 2026 di Jakarta. Penilaian ini menjadi bukti nyata bahwa Aceh terus berbenah dalam memperkuat sistem kearsipan berbasis digital sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan publik.
Arsip sebagai Pilar Tata Kelola Modern
Pengelolaan arsip kini tidak lagi dipandang sekadar administrasi rutin. Di era transformasi digital, arsip menjadi instrumen penting dalam menjamin transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pemerintahan. Digitalisasi arsip memungkinkan dokumen penting tersimpan lebih aman, mudah diakses, serta meminimalisasi risiko kerusakan akibat faktor usia maupun bencana.
Kepala DPKA, Dr. Syaridin, M.Pd., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah.
“Prestasi ini mencerminkan keseriusan dan kepatuhan Pemerintah Aceh dalam mengimplementasikan kearsipan berbasis digital. Terima kasih atas dukungan dan kerja sama semua pihak. Semoga ke depan nilai yang kita peroleh dapat terus meningkat,” ujarnya.
Keberhasilan ini juga memperkuat posisi Aceh dalam pelaksanaan reformasi birokrasi, di mana pengelolaan arsip elektronik menjadi salah satu indikator penting penilaian nasional.
Empat Penghargaan dalam Satu Hari
Momentum membanggakan tersebut semakin lengkap karena pada hari yang sama, DPKA juga menerima sejumlah penghargaan lain. Di antaranya Piagam Anugerah Inovasi Aceh (AIA) Tahun 2025 dengan predikat SKPA Sangat Inovatif yang diserahkan oleh Pemerintah Aceh melalui Bappeda Aceh.
Selain itu, Forum Aceh Menulis (FAMe) turut memberikan apresiasi atas kontribusi DPKA dalam memfasilitasi puluhan pelatihan kepenulisan gratis sepanjang 2025. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen membangun budaya literasi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Aceh.
Menuju Pemerintahan Transparan dan Berdaya Saing
Rangkaian penghargaan ini menjadi bukti bahwa transformasi yang dilakukan Pemerintah Aceh tidak hanya berfokus pada pelayanan publik, tetapi juga pada penguatan sistem internal yang berkelanjutan. Digitalisasi arsip, inovasi layanan, serta pengembangan literasi merupakan bagian dari strategi besar membangun Aceh yang modern, transparan, dan kompetitif.
Dengan fondasi kearsipan yang kuat dan dukungan kolaboratif lintas sektor, Pemerintah Aceh optimistis mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang semakin profesional serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Editor: Redaksi










