Home / Pemerintah / Pemerintah Aceh / Pendidikan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:12 WIB

Murthalamuddin Ajak Guru Menulis: “Bahasa Bisa Menggerakkan Bangsa”

Raka

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengingatkan pentingnya kekuatan bahasa dan literasi dalam membangun peradaban bangsa. Pesan itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Penulisan dan Penerbitan Buku bertema “Menulis Budaya, Mewariskan Identitas” yang digelar MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Banda Aceh di Aula Dinas Pendidikan Aceh, Rabu (13/5/2026).

Di hadapan puluhan guru Bahasa Indonesia, Murthalamuddin menyebut sejarah dunia menunjukkan bahwa perang, perdamaian, hingga lahirnya peradaban besar tidak pernah lepas dari kekuatan bahasa.

“Banyak kehebatan di dunia ini lahir dari bagaimana orang mengagitasi sesuatu dengan bahasa. Bagaimana bangsa bergerak, perang terjadi, hingga peradaban dibangun, semua tidak lepas dari fungsi bahasa,” ujar Murthalamuddin.

Baca Juga : Bertemu Mendagri, Pj Gubernur Aceh dan Ketua DPR Aceh Bahas Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Terpilih
Menurutnya, rendahnya kemampuan berpikir kritis generasi muda saat ini salah satunya dipengaruhi lemahnya budaya membaca dan menulis. Ia menilai literasi bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan fondasi utama membangun cara berpikir masyarakat.

Murthalamuddin, yang mengaku berlatar pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari keresahannya melihat minimnya tradisi menulis di kalangan intelektual dan pendidik.

“Hari ini berapa banyak profesor, ilmuwan, atau orang-orang pintar yang mau menulis dan menyebarkan pikirannya di ruang publik atau media sosial?” katanya.

Baca Juga : Disiplin Sekolah, untuk Apa? Opini Seorang Mantan Siswa
Ia membandingkan kondisi sekarang dengan masa perjuangan kemerdekaan Indonesia yang dipenuhi tokoh-tokoh intelektual dengan budaya membaca dan menulis yang kuat.

Dalam pidatonya, Murthalamuddin juga menyinggung pentingnya Al-Qur’an sebagai dasar literasi. Ia menilai ayat pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW, yakni perintah membaca, menjadi bukti bahwa Islam sangat menekankan tradisi ilmu pengetahuan.

“Al-Qur’an pertama kali memerintahkan kita membaca, bukan melihat atau mendengar. Membaca melahirkan banyak perspektif,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi perpustakaan sekolah yang masih didominasi buku pelajaran. Menurutnya, siswa perlu diperkenalkan dengan lebih banyak buku inspiratif, motivasi, dan karya sastra agar minat baca tumbuh secara alami.

Baca Juga : LMND Dukung Pemerintah Aceh Tertibkan Tambang Ilegal di Delapan Kabupaten

Karena itu, Murthalamuddin mendorong para guru mulai aktif menulis buku. Ia bahkan berencana memfasilitasi karya guru agar dapat diterbitkan dan masuk ke sekolah-sekolah sebagai bahan bacaan siswa mulai tahun 2027.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang SMA dan PKLK Disdik Aceh, Syarwan Joni, Kepala Kantor PT Penerbit Erlangga Perwakilan Aceh, Safriadi Syamsudin, serta Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Banda Aceh, Fatimah.

Bimtek itu menghadirkan pemateri Wibdeari Hapsari selaku Chief Editor Buku Anak dan Umum serta Yarmen Dinamika, Tenaga Ahli Disdik Aceh Bidang Peningkatan Kompetensi Literasi.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Uang Meugang ASN Pemda Aceh Cair Lebih Awal, Guru Apresiasi Perhatian Pemerintah

Pemerintah

Sertu Heru Saputra Harumkan Nama Kodam Iskandar Muda pada Kejuaraan Taekwondo Internasional

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Dorong Alih Dukungan Huntara ke Huntap, BP BUMN Setujui Secara Prinsip

Pemerintah

Wali Kota Illiza Buka Forum Lingkungan Hidup Rakernas XVIII APEKSI 2026

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Minta Dukungan Pusat: Evakuasi Terisolasi, Tambahan Logistik, dan Perbaikan Konektivitas Mendesak

Pemerintah

Hadiri Pelantikan Gubernur, Pangdam IM Tegaskan Dukungan untuk Pemerintah Aceh

Pemerintah

Sekda Aceh M Nasir Hadiri Paripurna Persetujuan Tiga Raqan Inisiatif DPRA

Pemerintah

Kapolres Pidie Berbagi Kebahagiaan Ramadhan Bersama Anak Yatim Piatu