Home / Berita / Pemerintah Aceh

Selasa, 25 Maret 2025 - 09:12 WIB

Plt Sekda Sambut Kedatangan Staf Khusus Menteri Ekraf, Bahas Kerja Sama Pengembangan Ekonomi Kreatif di Aceh

mm Redaksi

Banda Aceh – Plt Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, didampingi oleh Asisten I dan Asisten II Setda Aceh, menerima kunjungan kerja Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI, Rian Syaf, di ruang rapat Sekda Aceh, Senin, 24 Maret 2025. Pertemuan itu membahas kerja sama dalam pengembangan ekonomi kreatif di Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Rian Syaf, Staf Khusus Menkraf, menyampaikan bahwa Aceh terpilih sebagai salah satu dari 15 wilayah prioritas untuk pengembangan ekonomi kreatif nasional. Menurutnya, Aceh memiliki potensi besar yang bisa dijadikan sebagai motor penggerak perekonomian lokal. Ke depan, diharapkan pengembangan sektor ekonomi kreatif ini akan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.

“Pengembangan ekonomi kreatif di Aceh menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menciptakan mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Kami percaya bahwa Aceh memiliki banyak potensi yang dapat dioptimalkan,” ujar Rian Syaf.

Plt Sekda Aceh, mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan kementerian untuk mendukung pelaku ekonomi kreatif di Aceh. “Kami telah memiliki roadmap untuk ekonomi kreatif di Aceh. Potensi besar, terutama di sektor kuliner, perlu disinkronkan dengan kementerian terkait untuk mendorong produksi dan pemasaran produk kreatif,” kata Plt Sekda Aceh.

Sementara itu, Asisten II Setda Aceh Zulkifli menambahkan bahwa promosi produk-produk kreatif Aceh masih perlu ditingkatkan agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. “Peluang ekonomi kreatif di Aceh sangat besar, khususnya bagi generasi muda. Namun, promosi dan pembinaan terhadap mereka harus lebih intensif,” ujarnya.

Di sisi lain, Asisten I Setda Aceh Azwardi menegaskan pentingnya pengawalan pengembangan ekonomi kreatif di Aceh dengan fokus pada sektor-sektor yang memiliki potensi besar. “Aceh sangat kreatif, dan langkah ini merupakan langkah baik yang harus ditindaklanjuti dengan serius,” ujarnya.

Selain Aceh, wilayah lain yang juga masuk dalam daftar 15 provinsi pengembangan ekonomi kreatif adalah Banten, Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Papua, dan Maluku. Kemenkraf berharap, dengan ditambahkannya Aceh sebagai salah satu wilayah pengembangan ekonomi kreatif, akan tercipta lapangan kerja berkualitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Rian Syaf juga menambahkan bahwa dalam Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, ekonomi kreatif disebutkan sebagai salah satu fokus utama untuk menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda serta mempercepat pengembangan sektor ini. “Ekonomi kreatif menjadi solusi untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan diharapkan dapat menyerap tenaga kerja hingga 1 juta orang pada tahun 2025,” pungkasnya.

Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, Aceh diharapkan dapat memanfaatkan peluang besar ini untuk berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif terkemuka di Indonesia.

Editor: MohdS

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Tegaskan Komitmen Dukung KONI

Pemerintah Aceh

Pemkot Bogor Turun Langsung ke Aceh Tamiang, Sekda Aceh: Bukan Sekadar Bantuan, Ini Panggilan Hati

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh: Pengabdian Abu Doto Zaini Abdullah Akan Selalu Menjadi Bagian dari Sejarah Aceh

Berita

Pangdam Iskandar Muda Terima Audiensi Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Aceh

Pemerintah Aceh

Wagub Dek Fadh Usulkan Penyediaan Alat Berat untuk Daerah Rawan Banjir

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh dan Pemkab Bireuen Perkuat Sinergi Tangani Dampak Sosial Pasca Banjir

Berita

_*Dua Terduga Pelaku Curanmor di Banda Aceh di Bekuk Tim Rimueng Koetaradja, Barang Bukti Ditemukan di Aceh Utara*_

Pemerintah Aceh

Sambut Idul Fitri, Gubernur Mualem Beri Santunan Meugang untuk Fakir Miskin