Home / Pemerintah Aceh

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:13 WIB

Sekda Aceh Terima Aliansi Mahasiswa, Paparkan Progres Penanganan Bencana

mm Redaksi

Banda Aceh – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima kunjungan audiensi Aliansi Mahasiswa se-Aceh di Posko Penanganan Bencana Pemerintah Aceh, Selasa (13/1/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk menyinkronkan data lapangan serta menjelaskan langkah-langkah strategis yang telah diambil pemerintah dalam menangani dampak bencana banjir besar di Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Sekda Aceh, M. Nasir menjelaskan bahwa aspirasi mahasiswa terkait peningkatan status bencana menjadi skala nasional harus melalui prosedur regulasi yang ketat dari pemerintah pusat.

“Pemerintah Aceh terus bekerja maksimal. Saat ini, fokus kita adalah memastikan seluruh masyarakat terdampak tertangani dengan baik melalui koordinasi lintas sektor,” ujar M. Nasir.

Dalam pemaparannya di Posko Penanganan Bencana, Sekda Aceh M. Nasir mengungkapkan bahwa kondisi pengungsian telah mengalami perubahan, dimana 155.000 jiwa masih di lokasi pengungsian, dari angka awal yang sempat menembus satu juta orang. Meski dampak banjir secara keseluruhan mencakup 2,5 juta jiwa.

Adapun mengenai 31 korban yang masih dinyatakan hilang, ia menegaskan bahwa pencarian telah dihentikan setelah mengikuti seluruh tahapan SOP pencarian dan pertolongan.

Pemerintah Aceh telah membentuk 9 klaster penanganan bencana yang melibatkan sekitar 150 Civil Society Organization (CSO). M. Nasir menegaskan bahwa stok logistik, khususnya beras, dipastikan menjangkau seluruh wilayah terdampak meski terdapat kendala akses dan cuaca.

Pemerintah Aceh saat ini memprioritaskan pemulihan konektivitas akibat putusnya sejumlah jembatan yang memicu kenaikan inflasi. Selain itu, terdapat 456 pos kesehatan yang akan dievaluasi efektivitasnya guna memastikan layanan medis tetap prima.

“Koordinasi terus kita perkuat dengan NGO, TNI, Polri, hingga DLHK, termasuk dalam penanganan lumpur di pemukiman dan lokasi penumpukan material sisa banjir,” tambah M. Nasir.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa, Habibi, menyampaikan bahwa mahasiswa telah turun ke lapangan selama 22 hari di tiga wilayah terdampak dan berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp200 juta.

Habibi memberikan apresiasi atas terbentuknya ruang diskusi baru yang mempertemukan Pemerintah Aceh dengan mahasiswa.

Ia berharap momentum ini menjadi titik balik bagi penguatan kolaborasi demi mempercepat pemulihan daerah terdampak.

“Terima kasih sudah disediakan ruang diskusi ini. Harapannya, agar semakin maksimal kolaborasi antara mahasiswa dengan Pemerintah Aceh untuk saling membantu dalam proses pemulihan pascabencana,” tutup Habibi.[]

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Silaturrahmi dengan Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh: Pendidikan Vokasi Jadi Ujung Tombak Pembangunan SDM Unggul

Pemerintah Aceh

Mualem Terima Silahturrahmi Gubernur Sumut dan Bupati Tapanuli Tengah 

Pemerintah Aceh

Mualem Tiba di Banda Aceh, Langsung Bekerja Hingga Larut Malam

Pemerintah Aceh

Percepat Ekonomi Aceh Tengah, Pemerintah Aceh Prioritaskan Jalur Logistik dan Konektivitas

Pemerintah Aceh

Dinas Pendidikan Aceh Dukung Komunitas ASN Mengajar untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Lakukan Pembinaan Pada PKN Tingkat II 2025

Pemerintah Aceh

Peringati Tahun Baru Islam, Wagub Fadhlullah : Aceh harus Lebih Baik dari Sebelumnya