Aceh Tamiang — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, mendampingi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, memimpin Apel Pembukaan Satuan Tugas Kementerian Dalam Negeri dalam rangka percepatan pemulihan pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026).
Apel tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan roda pemerintahan dan layanan dasar masyarakat di wilayah terdampak bencana dapat segera kembali berjalan. Sebanyak 1.138 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diterjunkan guna membantu pemulihan kantor-kantor pemerintahan, mulai dari pembersihan fasilitas, penataan arsip, hingga pengaktifan kembali pelayanan publik yang sempat terhenti akibat bencana.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menegaskan bahwa percepatan pemulihan layanan publik merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak. Menurutnya, pascabencana, kehadiran negara harus benar-benar dirasakan hingga ke tingkat paling bawah.
“Masyarakat tidak boleh menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pelayanan. Pascabencana, kehadiran negara harus nyata, pemerintahan harus aktif, dan pelayanan publik wajib segera berjalan,” tegas Fadhlullah.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh unsur pendukung agar pemulihan berjalan cepat, terukur, dan tepat sasaran. Pemerintah Aceh siap mendukung penuh langkah-langkah strategis yang dilakukan melalui Satgas Kemendagri, tutup Fadhlullah.
Apel Satgas tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Koperasi dan UKM. Kehadiran lintas kementerian ini menunjukkan kuatnya komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan Aceh, khususnya di Aceh Tamiang.
Editor: Redaksi









