Home / Parlementarial / Pemerintah

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:04 WIB

Anggota DPRA Desak Evaluasi Daycare Usai Kasus Kekerasan Balita di Banda Aceh

mm Wahyuni

Anggota DPRA Komisi V Diana Putri Amelia.Foto:Ist

Anggota DPRA Komisi V Diana Putri Amelia.Foto:Ist

Banda Aceh — Anggota Komisi V DPRA, Diana Putri Amelia, mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh lembaga penitipan anak di Aceh. Diana pun prihatin dengan peristiwa kekerasan terhadap balita di sebuah daycare Banda Aceh, yang dinilai tidak hanya meninggalkan luka bagi korban dan keluarga, tetapi juga mengguncang rasa aman para orang tua.

“Saya menyampaikan rasa duka dan simpati yang mendalam kepada korban dan keluarga. Tidak ada satu pun alasan yang dapat membenarkan kekerasan terhadap anak, terlebih terhadap balita yang seharusnya mendapatkan perlindungan penuh,” kata Diana, Jumat,01 Mei 2026.

Ia menegaskan, kekerasan terhadap anak merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan tidak boleh ditoleransi dalam bentuk apa pun. Karena itu, ia mendorong aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, kasus ini menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk memastikan fasilitas penitipan anak benar-benar aman dan layak. Sebagai politisi perempuan, Diana juga menyoroti pentingnya pendekatan empati dan tanggung jawab moral dalam perlindungan anak.

“Ini bukan hanya soal hukum, tetapi juga soal nurani. Anak-anak adalah generasi masa depan yang harus kita jaga, bukan justru menjadi korban di ruang yang seharusnya melindungi mereka,” katanya.

Diana meminta Pemerintah Aceh serta pemerintah kabupaten/kota segera mengambil langkah konkret, mulai dari evaluasi total terhadap daycare, memastikan legalitas operasional, hingga penerapan standar ketat bagi tenaga pengasuh.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sistem pengawasan yang transparan, seperti pemasangan CCTV yang dapat diakses oleh orang tua guna menjamin keamanan anak selama berada di daycare.

Ia menambahkan, momentum ini harus menjadi titik balik untuk memperkuat sistem perlindungan anak di Aceh agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kita tidak boleh menunggu korban berikutnya. Ini saatnya berbenah secara serius. Negara harus hadir, dan semua pihak harus bertanggung jawab memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bermartabat,” tegasnya.

Diana mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan berani melaporkan jika menemukan indikasi kekerasan terhadap anak di lingkungan sekitar.(*)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Plt Sekda Aceh Besar Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Tahap I Bersama Kapolres

Parlementarial

Gas 3 Kg Mahal dan Langka, Wakil Ketua Komisi III DPRA Desak Pertamina Tingkatkan Pengawasan

Parlementarial

Komisi II DPRA dan DKP Aceh Tinjau Dermaga Pelabuhan di Aceh Selatan yang Sudah Dangkal

Pemerintah

Kapoksahli Pangdam IM Pimpin Upacara Operasi Gaktib dan Yustisi Citra Wira Rencong 2025

Parlementarial

Ketua DPRK Aceh Besar Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Kemajuan Daerah

Pemerintah

Pemkab Aceh Besar Salurkan Bantuan Keuangan untuk Parpol Tahun 2024

Pemerintah

April, Gubernur Muzakir Manaf Resmikan Pembangunan Pabrik Ban di Aceh Barat

Pemerintah

Pemkab Aceh Besar Dorong Inovasi UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Daerah