Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) memberikan apresiasi kepada Forum Bersama (Forbes) anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh atas peran mereka dalam mengawal proses revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) di tingkat nasional.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua DPRA Zulfadhli dalam pertemuan bersama Pemerintah Aceh dan Forbes Aceh di Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Jakarta, Senin malam. Ia menilai keterlibatan Forbes Aceh menjadi bagian penting dalam memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat pusat.
“Peran Forbes Aceh sangat besar dalam DPR RI dan sangat memperhatikan Aceh. Mereka sangat peduli terhadap kepentingan Aceh,” kata Zulfadhli.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara DPRA, Pemerintah Aceh, dan Forbes Aceh menjadi faktor kunci dalam mendorong percepatan revisi UUPA yang saat ini tengah dibahas.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Forbes Aceh TA Khalid mengatakan bahwa setiap pihak memiliki peran masing-masing dalam proses tersebut. Namun, yang terpenting adalah menjaga kesamaan tujuan dalam memperjuangkan kepentingan Aceh.
“Yang paling penting adalah kita satu tujuan untuk kepentingan Aceh. Komunikasi yang baik harus terus dijaga,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi menegaskan bahwa pembahasan revisi UUPA merupakan agenda strategis yang menentukan arah pembangunan Aceh ke depan.
“Revisi UUPA ini sangat penting karena menyangkut masa depan Aceh,” kata Nurlis.
Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir Syamaun atas arahan Gubernur Aceh. Diskusi turut dihadiri anggota Forbes Aceh, pimpinan DPRA, serta unsur Pemerintah Aceh, akademisi, dan tokoh masyarakat yang selama ini terlibat dalam pembahasan revisi UUPA.
Editor: Redaksi












