Home / Parlementarial / Pemko Banda Aceh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Semarak HUT RI di Krueng Lampaseh, Wali Kota dan Pimpinan DPRK Lepas Bebek Bersama

Tiara Ayu Juneva

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama pimpinan DPRK Banda Aceh membuka lomba tangkap bebek dalam rangka “Semarak Kemerdekaan Bersama Daniel A. Wahab” di Krueng Lampaseh, Banda Aceh, Senin (17/8/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama pimpinan DPRK Banda Aceh membuka lomba tangkap bebek dalam rangka “Semarak Kemerdekaan Bersama Daniel A. Wahab” di Krueng Lampaseh, Banda Aceh, Senin (17/8/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Banda Aceh – Suasana Krueng Lampaseh, Banda Aceh, mendadak ramai pada Senin (17/8/2026) pagi. Usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga berbondong-bondong menuju kawasan sungai yang memisahkan Gampong Lampaseh Aceh dan Lampaseh Kota.

Sejak sekitar pukul 10.00 WIB, bantaran sungai mulai dipadati warga. Anak-anak, remaja, kaum ibu hingga orang tua berdiri berdesakan menyaksikan puncak kegiatan “Semarak Kemerdekaan Bersama Daniel A. Wahab”.

Dua perlombaan menjadi pusat perhatian warga, yakni lomba tangkap bebek dan pukul bantal yang digelar di kawasan Krueng Lampaseh.

Kegiatan tersebut dibuka langsung Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal. Ia hadir bersama Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah Muklis, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh Daniel Abdul Wahab selaku inisiator kegiatan, serta Wakil Ketua II DPRK Banda Aceh Musriadi Aswad.

Pimpinan eksekutif dan legislatif tersebut turut membuka perlombaan dengan melepas sejumlah bebek ke sungai.

Begitu bebek dilepas, suasana seketika berubah meriah. Warga yang sejak tadi menunggu langsung bergerak. Dalam hitungan detik, para peserta menceburkan diri ke sungai, berenang dan saling berlomba mengejar bebek yang bergerak kocar-kacir di permukaan air.

Peserta harus berenang, mengepung hingga akhirnya berusaha menangkap bebek yang menjadi sasaran. Sebagian berhasil mendapatkannya dalam waktu singkat, sementara peserta lainnya harus berenang cukup jauh hingga kelelahan sebelum berhasil membawa pulang buruannya.

Dari pinggir sungai, sorakan warga terus menggema. Teriakan dukungan terdengar setiap kali peserta semakin dekat dengan bebek yang dikejar.

Bagi warga Krueng Lampaseh, lomba tangkap bebek bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan hadiah. Kegiatan tersebut telah menjadi bagian dari semarak perayaan kemerdekaan yang digelar dalam dua tahun terakhir.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya peserta yang turun langsung ke sungai. Tak hanya kaum pria, perempuan muda, remaja hingga anak-anak juga ikut meramaikan perlombaan.

Menariknya, peserta tidak hanya berkesempatan membawa pulang bebek hasil tangkapan. Setiap bebek yang dilepas juga memiliki kupon hadiah yang diikatkan pada kakinya.

“Di setiap bebek yang dilepas ke sungai, di kakinya ada kupon yang kita ikat, bertuliskan jenis-jenis hadiah. Jadi selain dapat bebek, mereka juga bisa dapat hadiah langsung. Jadi, dari satu perlombaan, peserta bisa pulang membawa bebek sekaligus hadiah tambahan,” ujar Daniel Abdul Wahab.

Lomba Pukul Bantal Tak Kalah Meriah

Kemeriahan kemudian berlanjut melalui lomba pukul bantal. Dua peserta duduk saling berhadapan di atas sebatang pohon pinang yang dibentangkan di atas permukaan sungai.

Dengan menggunakan bantal sebagai alat permainan, keduanya saling menyerang dan berusaha menjatuhkan lawan ke dalam air.

Warga yang menyaksikan dari bantaran sungai kembali dibuat riuh. Sorak-sorai pecah setiap kali salah satu peserta berhasil membuat lawannya kehilangan keseimbangan dan tercebur ke sungai.

Meski berlangsung penuh kegembiraan, perlombaan tetap mengedepankan aturan dan sportivitas. Sejumlah peserta bahkan didiskualifikasi juri karena melakukan pukulan ke arah kepala yang dinilai sebagai pelanggaran.

Rangkaian perlombaan rakyat tersebut merupakan tahun kedua yang diinisiasi Daniel Abdul Wahab selaku Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh sekaligus perwakilan masyarakat dari kawasan tersebut.

Sehari sebelumnya, rangkaian kegiatan juga diisi lomba busur atau ketapel. Peserta menguji ketangkasan dengan membidik sasaran yang telah dipasang beberapa meter dari titik penembakan.

Selain berbagai perlombaan, kegiatan “Semarak Kemerdekaan Bersama Daniel A. Wahab” juga dirangkai dengan aksi donor darah.

Daniel: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kebersamaan

Daniel mengatakan berbagai perlombaan yang digelar memang sederhana. Namun, menurutnya, terdapat pesan yang lebih besar di balik kegiatan tersebut, yakni membangun kebersamaan dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.

“Tetapi di balik kesederhanaan itu ada pesan yang jauh lebih besar, yaitu membangun kebersamaan dan kebahagiaan warga Kota Banda Aceh,” ujar Daniel.

Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui upacara dan pengibaran bendera. Semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan dengan berkumpul, bergembira, saling mengenal, membantu sesama serta menjaga hubungan baik antarwarga.

Karena itu, Daniel mengajak masyarakat Banda Aceh, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan keamanan kota.

“Perbedaan pilihan politik, perbedaan pandangan, perbedaan latar belakang dan perbedaan kepentingan jangan sampai membuat kita terpecah,” katanya.

Ia menilai perdamaian merupakan modal penting dalam pembangunan. Sementara keamanan menjadi tanggung jawab bersama dan kebahagiaan masyarakat merupakan salah satu tujuan pembangunan.

Daniel juga mengajak masyarakat tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi ikut terlibat dalam menjaga lingkungan serta menghidupkan ruang-ruang interaksi sosial.

“Kita ingin anak-anak kita tumbuh dalam suasana yang damai. Kita ingin para pemuda memiliki ruang untuk berkreasi, berolahraga dan berkegiatan secara positif,” ujarnya.

Menurut Daniel, keberhasilan pembangunan tidak hanya dapat diukur dari panjang jalan yang dibangun, gedung yang berdiri maupun fasilitas publik yang tersedia.

“Pembangunan juga harus diukur dari seberapa bahagia masyarakatnya, seberapa aman kotanya dan seberapa kuat hubungan sosial warganya,” kata dia.

Karena itu, ia berharap kegiatan perlombaan kemerdekaan tidak hanya dipandang sebagai ajang memperebutkan hadiah.

“Mari kita lihat sebagai ruang untuk bertemu. Anak-anak bertemu dengan anak-anak. Pemuda bertemu dengan pemuda. Orang tua berkumpul dengan masyarakat. Kita tertawa bersama, bergembira bersama dan membangun kembali rasa memiliki terhadap kota kita,” ujarnya.

Daniel juga mengapresiasi masyarakat yang ikut ambil bagian dalam kegiatan donor darah. Menurutnya, darah yang didonasikan mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat memberikan arti besar bagi orang lain yang membutuhkan.

Illiza: Banda Aceh Aman dan Damai

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal terlihat aktif menyemangati dan menyapa peserta yang mengikuti perlombaan. Ia juga turut melepas bebek dalam lomba tangkap bebek.

Illiza berharap permainan kreatif tersebut dapat menghadirkan kegembiraan, mempererat hubungan antarwarga sekaligus membangkitkan semangat masyarakat dalam memperingati hari kemerdekaan.

Menurut Illiza, kemeriahan warga di Krueng Lampaseh sekaligus menunjukkan bahwa Banda Aceh merupakan kota yang aman dan damai.

“Banda Aceh aman, damai dan jangan pernah takut datang ke Banda Aceh karena kotanya bersih, nyaman, indah. Pokoknya semua yang datang ke Kota Banda Aceh kita layani dengan baik,” kata Illiza.

Menjelang sore, seluruh perlombaan berakhir dan hadiah kemudian dibagikan kepada para peserta.

Menang atau kalah, wajah para peserta tetap dipenuhi keceriaan. Di Krueng Lampaseh, kemerdekaan dirayakan dengan cara sederhana namun penuh makna: mencebur ke sungai, saling bersorak, tertawa bersama dan bertemu dalam suasana penuh kegembiraan.

(*)

Share :

Baca Juga

Ekbis

Percepat Pembentukan UPT di Aceh Timur, BBPOM Aceh: Penilaian Aset Resmi Dimulai

Parlementarial

Viral Kasur Berbelatung, Bunda Salma Desak Manajemen RSUD Cut Meutia Segera Berbenah

Parlementarial

Wakil Ketua DPRK Aceh Besar Minta Semua Pihak Tahan Diri

Parlementarial

DPRA Usul Pergub Nomor 2 Tahun 2026 Tentang JKA Dicabut

Parlementarial

DWP Sekretariat DPRA Gelar Pertemuan Rutin dan Tausiah Sambut Ramadhan 1447 H

Parlementarial

Pemerintah Aceh Raih Opini WTP ke-11 Berturut-turut dari BPK RI

Nasional

Pertemuan Pemerintah Aceh, DPR Aceh, dan Forbes Aceh di Jakarta membahas fokus perjuangan revisi UUPA, Senin malam (15/6/2026).

Parlementarial

Tunjangan Komunikasi Intensif DPRA 2026 Capai Rp14,6 Miliar, Dana Reses Rp3,6 Miliar