Home / Pemerintah Aceh

Senin, 21 September 2026 - 19:12 WIB

Plt. Kadistanbun Kembali Buka Pelatihan Budidaya Sawit

REDAKSI

Direktur Operasional BPI Friandito bersama para instruktur dan peserta foto bersama usai mengikuti kegiatan Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit di Banda Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Direktur Operasional BPI Friandito bersama para instruktur dan peserta foto bersama usai mengikuti kegiatan Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit di Banda Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur dan Best Planter Indonesia (BPI) kembali menyelenggarakan pelatihan teknik budidaya kelapa sawit. Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit di A. Yani dan Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh untuk gelombang ketiga (angkatan 13 – 18) dengan jumlah peserta sekitar 180 orang yang berasal dari Kabupaten Aceh Timur.

Pelatihan ini merupakan salah satu strategi dalam peningkatan sumber daya manusia bagi pekebun sawit. Tujuan akhirnya adalah bagaimana bisa tercapai peningkatan produksi, produktivitas dan pendapatan pekebun sawit. Pada pembukaan juga turut Hadir Kabid PPSDMP Mukhlis, SP, MA,  Ketua Panitia Butet Hartati dan sejumlah staf terkait serta Friandito, SP, MM Direktur Operasional BPI beserta para instruktur.

Pelatihan ini juga bagian dari implementasi visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh. Dimana salah satu misi adalah mewujudkan kemandirian ekonomi Aceh berbasis pada sektor unggulan Aceh serta misi meningkatkan kualitas sumber daya manusia, ujar Azanuddin Kurnia Plt. Kadistanbun Aceh.

Pelatihan ini merupakan salah satu strategi dalam peningkatan sumber daya manusia bagi pekebun sawit. Tujuan akhirnya adalah bagaimana bisa tercapai peningkatan produksi, produktivitas dan pendapatan pekebun sawit. Pada pembukaan juga turut Hadir Kabid PPSDMP Mukhlis, SP, MA,  Ketua Panitia Butet Hartati dan sejumlah staf terkait serta Friandito, SP, MM Direktur Operasional BPI beserta para instruktur.

Pelatihan ini juga bagian dari implementasi visi misiGubernur dan Wakil Gubernur Aceh. Dimana salah satu misi adalah mewujudkan kemandirian ekonomi Aceh berbasis pada sektor unggulan Aceh serta misi meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kelapa sawit adalah salah satu komoditi unggulan daerah dan nasional dan peningkatan SDM para pekebun sawit juga sangat diperlukan selain terhadap kebutuhan bibit, pupuk, air dan sarana prasarana lainnya, termasuk pada sektor tanaman pangan seperti padi dan jagung.

Petani sawit atau pekebun sawit harus naik kelas. Selama ini hanya sebagai pekebun, maka usahakan dengan daya juang yang tinggi pasca pelatihan ini bisa menjadi pengusaha kebun, minimal sekali mampu memenuhi kebutuhan kebun, keluarga dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya sampai kepada menabung. Untuk itu kami menyarankan kepada peserta untuk dapat merubah mindset (pikiran) dari selama ini hanya sebagai pekebun harus rubah bisa menjadi pengusaha kebun walau kecil-kecilan sesuai dengan luas lahan yang ada.

Untuk bisa meraih itu, maka pekebun harus berkelompok atau tergabung dalam koperasi. Kalau sudah mempunyai kelembagaan maka akan mudah untuk menyelesaikan masalah dan lebih mudah mendapatkan program baik dari pemerintah maupun non pemerintah. Selain itu usahakan lahan sawit kita masuk pada Kawasan yang legal artinya di APL (areal penggunaan lain) dan jangan dalam Kawasan hutan atau Kawasan gambut.

Selain itu, perbaiki tata kelola budidaya kebunnya. Nah, pelatihan ini salah satunya akan berbagi ilmu dan wawasan terkait dengan budidaya Teknik perkebunan sawit. Termasuk juga bagaimana melakukan tata kelola keberlanjutan dan lingkungan hidup. Hal ini penting untuk menghindari dan meminimalkan bencana dari aktivitas perkebunan kita, ujar Azanuddin Kurnia yang dilanjutkan dengan pemaparan sebagai narasumber. Selain itu, usahakan semua kebun petani bisa ikut dalam program untuk mendapatkan STDB (surat tanda daftar budidaya) dari kabupaten yang kemudian pada saatnya bisa ikut ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) dan juga RSPO (Roundtable Sustanaible Palm Oil).

Azanuddin Kurnia juga menjelaskan bahwa Distanbun Aceh pada tahun 2024 sudah melatih sekitar 236 orang pekebun sawit yang berasal dari Aceh Barat 111 orang dan Nagan Raya 125 orang. Kemudian tahun 2025 naik menjadi 669 orang dengan rincian Aceh Tamiang 424 orang dan Aceh Timur 245 orang. Kemudian tahun 2026 naik menjadi 1.643 orang dengan rincian dari Subulussalam 94 orang, Aceh Singkil 365 orang, Aceh Tamiang 421 orang dan Aceh Timur 703 orang. Total Insya Allah dari 2024 s.d. 2026 sebanyak 2.548 orang.

Pelatihan yang dilaksanakan oleh BPI dipimpin oleh Direktur Operasional Friandito, dengan jumlah peserta 180 orang yang berasal dari Kabupaten Aceh Timur. Teori dilaksanakan di Hotel A. Yani dan Grand Nanggroe kemudian praktek lapangan dilaksanakan di PT ASN Aceh Barat.

Pada kesempatan tersebut, Kabid PPSDMP Distanbun Aceh Mukhlis, SP, MA memaparkan tentang bagaimana memperkuat kelembagaan kelompok tani, mulai cara pembentukan sampai kepada penguatan kelompok pasca terbentuk. Insya Allah kita akan bantu bersama dengan para penyuluh dan petugas di kabupaten/kota.

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

PLT.Kadis Muksin:Dayah,Pemerintah dan Ormas Harus Bersatu Cegah Narkoba dan Krisis Morar

Pemerintah Aceh

Zakat Produktif BMA Antarkan Muhammad Rizki Jadi Karyawan Hotel Berbintang di Malaysia

Pemerintah Aceh

Gubernur Mualem: Olahraga Aceh Harus Maju, Pengurus KONI Wajib Kerja Nyata

Pemerintah Aceh

Wagub Fadhlullah Pimpin Rapat Bahas Solusi Pembayaran Tanaman Tanam Tumbuh di Proyek Tol Padang Tiji–Seulimeum

Pemerintah Aceh

Mualem Sambut Kepala BP Haji, Usulkan Penambahan Kuota Haji dan Penerbangan Umrah Langsung dari Aceh

Parlementarial

Pemerintah Aceh Raih Opini WTP ke-11 Berturut-turut dari BPK RI

Pemerintah Aceh

Ibu Gubernur Aceh Lepas 3 Truk Bantuan Dinsos Aceh ke Tiga Kabupaten Terdampak Banjir

Pemerintah

Uang Meugang ASN Pemda Aceh Cair Lebih Awal, Guru Apresiasi Perhatian Pemerintah