Home / Pendidikan

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Milad ke-65, USK Semakin Diakui Dunia dan Berdampak Nyata bagi Masyarakat

REDAKSI

Rektor USK Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., menyampaikan orasi ilmiah pada peringatan Milad ke-65 USK di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (12/10/2026). Foto: Dok. Humas USK

Rektor USK Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., menyampaikan orasi ilmiah pada peringatan Milad ke-65 USK di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (12/10/2026). Foto: Dok. Humas USK

Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat reputasinya di tingkat global sekaligus meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Memasuki usia ke-65 tahun, USK menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan berkualitas, riset unggulan, serta inovasi yang memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., dalam laporannya pada Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas dalam rangka peringatan Milad ke-65 USK di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (12/10/2026).

Puncak peringatan Milad USK tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., sebagai pembaca orasi ilmiah (Dies Reader), serta Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Dr. Safrizal ZA, M.Si., yang menyampaikan sambutan.

Dalam laporannya, Rektor mengatakan USK terus menunjukkan perkembangan positif, salah satunya melalui keberhasilan mempertahankan akreditasi institusi Unggul. Saat ini, sebanyak 90 program studi atau 54,54 persen dari keseluruhan program studi USK telah terakreditasi Unggul/A. Selain itu, 19 program studi telah memperoleh akreditasi internasional.

Pengakuan terhadap kualitas USK juga terlihat dalam pemeringkatan THE World University Rankings. Kualitas riset USK tercatat berada di peringkat keenam nasional dan peringkat pertama di Sumatera. Pada tahun ini, lima peneliti USK juga berhasil masuk dalam kelompok 2 persen saintis terbaik dunia.

“Bagi USK, peringkat ini bukanlah tujuan akhir. Sebab, reputasi global harus terus kita bangun dengan kualitas pendidikan yang semakin baik, riset yang semakin bermutu dan berdampak,” ujar Mirza.

Ia menegaskan, capaian akademik dan pengakuan internasional harus berjalan seiring dengan kontribusi nyata bagi masyarakat. Salah satu bentuk komitmen tersebut terlihat saat bencana banjir melanda Aceh, ketika USK segera membentuk Satgas Respons Senyar Aceh.

Melalui satgas tersebut, USK memobilisasi 556 tenaga medis dan relawan serta 1.387 mahasiswa dan dosen untuk memberikan layanan kesehatan, menyalurkan bantuan kemanusiaan, melakukan pendampingan psikososial, serta mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak.

Dukungan sivitas akademika dan masyarakat melalui Rumah Amal dan Satgas USK juga berhasil menghimpun donasi sebesar Rp3,47 miliar untuk mendukung upaya penanganan dan pemulihan pascabencana.

“USK tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi hadir melalui kepakaran, pengabdian, inovasi, dan solidaritas untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Mirza.

Sementara itu, Ketua MWA USK, Safrizal ZA, mengapresiasi berbagai pencapaian yang telah diraih USK. Menurutnya, pengakuan di tingkat internasional menunjukkan bahwa USK semakin diperhitungkan dalam dunia pendidikan tinggi.

Meski demikian, ia mengingatkan agar USK terus memperluas kiprah dan kontribusinya bagi masyarakat serta bangsa.

“Kebesaran universitas tidak hanya diukur dari apa yang berhasil dibangun di dalam kampus, tetapi dari apa yang mampu diperbaiki dan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat di luar kampus. Karena itu, dampak nyata menjadi tema penting bagi USK yang memasuki usia ke-65 tahun,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wamendiktisaintek Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menjelaskan bahwa konsep Kampus Berdampak menempatkan perguruan tinggi sebagai bagian integral dari kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, perguruan tinggi harus mengambil peran dalam pembangunan dengan membangun keselarasan bersama pemerintah daerah, dunia industri, dan berbagai elemen masyarakat.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar perguruan tinggi tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara konkret.

“Dengan demikian, kehadiran perguruan tinggi di mana pun, termasuk Universitas Syiah Kuala, harus menjadi pusat pengembangan pengetahuan sekaligus pusat pemberian solusi atas berbagai persoalan sosial,” ujarnya.

Usai menyampaikan orasi ilmiah, Wamendiktisaintek bersama rombongan mengunjungi Pusat Riset Kebencanaan USK atau Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC).

Dalam kunjungan tersebut, Fauzan mengapresiasi peran TDMRC dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana di masyarakat. Keberadaan pusat riset tersebut dinilai penting dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi melalui penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta mitigasi bencana.

Peringatan Milad ke-65 ini menjadi momentum bagi USK untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat riset dan inovasi, serta memperluas kolaborasi agar keberadaan perguruan tinggi semakin memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.(*)

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Enam Siswa SMAN Unggul Subulussalam Wakili Aceh di Ajang FIKSI Tingkat Nasional

Pemerintah

Murthalamuddin Ajak Guru Menulis: “Bahasa Bisa Menggerakkan Bangsa”

Pendidikan

“Kenali Hukum, Jauhi Hukuman”: Kejati Aceh Tanamkan Integritas di SMAN 1 Lhoknga Melalui Program JMS 

Pendidikan

Kejati Aceh Gelar Program Jaksa Masuk Sekolah(JMS) di SMK Negeri I Al-Murbarkeya Aceh Besar

Pendidikan

Kadisdik Aceh : Lulusan SMK Harus Siap Bersaing di Era Global

Pendidikan

Wakili Pj Bupati Aceh Besar, Ir. Makmun Terima 700 Mahasiswa PPKPM UIN Ar Raniry

Pendidikan

Perkuat Kerja Sama Pendidikan, Konsulat Singapura dan Ngee Ann Polytechnic Kunjungi Disdik Aceh

Pendidikan

Bappenas Tinjau Kesiapan USK Bangun Rumah Sakit Pendidikan