Home / Advertorial

Sabtu, 12 Juli 2025 - 12:12 WIB

Penumpang Harus Tetap Cetak Boarding Pass Pesawat, Ini Alasannya..!

mm Mohd. S

Banda Aceh – Perjalanan udara telah berevolusi pesat, termasuk bentuk boarding pass pesawat. Dari tiket tulis tangan, kartu cetak komputer tahun 70-an, hingga print-at-home di era 90-an, kini mobile boarding pass via smartphone menjadi standar.

Namun, di tengah kemudahan digital, banyak traveler cerdas kembali memilih cara lama: mencetak boarding pass. Meskipun praktis dan ramah lingkungan, memindai kode QR dari ponsel jauh dari kata sempurna.

Sebab, ada sejumlah risiko yang bukan mustahil membuat penumpang batal terbang, karena masalah boarding pass di bandara sebelum naik pesawat.

Teknologi semakin canggih, tapi tidak sedikit alasan yang membuat teknologi kalah sehingga kamu perlu kembali melakukan cara lama supaya membuat proses sebelum penerbangan berjalan lancar.

Berikut adalah alasan mengapa kamu sebaiknya selalu memiliki salinan fisik boarding pass pesawat.

1. Baterai Ponsel Bisa Habis

Bayangkan kamu mengantre keamanan yang melelahkan selama 40 menit. Kamu terus-menerus scrolling di ponsel untuk menghilangkan bosan, tanpa menyadari baterai semakin menipis. Sesuai hukum Murphy, ponsel kamu mati tepat saat Anda harus menunjukkan boarding pass kepada petugas keamanan.

Karen Kapnik, seorang traveler yang sering terbang untuk pekerjaan dengan jadwal ketat, pernah mengalami hal ini. “Saya harus kembali jauh ke area tempat Anda bisa mencetak boarding pass,” cerita Kapnik kepada Travel + Leisure tentang insiden yang hampir membuatnya ketinggalan pesawat. Pengalaman memalukan itu cukup meyakinkannya untuk selalu mencetak boarding pass di kemudian hari.

2. Kehilangan Sinyal atau Akses Wi-Fi

Adam Scott, pendiri BermudAir, sebuah maskapai yang sedang meluncurkan maskapai saudaranya, AnguillAir, memastikan aplikasi perusahaannya mendukung Apple Wallet agar penumpang bisa menyimpan mobile boarding pass. Meski begitu, Scott tetap merekomendasikan traveler untuk membawa salinan cetak.

“Di beberapa bandara internasional, layanan seluler atau akses Wi-Fi mungkin terbatas,” jelasnya.

“Memiliki salinan fisik membantu menghindari stres yang tidak perlu dan memastikan pengalaman check-in dan boarding yang lancar,” sambungnya.

Tentu, kamu bisa menyiasatinya dengan mengambil screenshot boarding pass sebelumnya, namun mudah untuk lupa. Lagipula, jika ponsel mati dan kamu tidak bisa mengakses galeri foto, kamu tetap akan kesulitan.

3. Aplikasi Maskapai Bisa Eror

Meskipun aplikasi JetBlue mendekati sempurna dengan rata-rata 4,9 bintang di App Store, tidak ada aplikasi maskapai yang 100 persen bebas eror.

“Saya baru saja mengalaminya di Italia dua hari lalu,” kata penasihat perjalanan Rebekah Ingraham. “Kami sedang terburu-buru transit di Paris, dan mobile boarding pass saya terus-menerus beralih dari tersedia menjadi tidak tersedia di aplikasi maskapai,” lanjutnya.

Bobby Laurie, mantan pramugari yang kini menjadi pakar perjalanan, juga pernah mengalaminya. “Suatu kali penerbangan saya dibatalkan, dan untuk memesan ulang, agen di bandara perlu memindai boarding pass saya,” cerita Laurie kepada T+L.

“Kecuali ketika penerbangan dibatalkan, mobile boarding pass itu menghilang,” ungkapnya.

Laurie harus menunggu 20 menit agar agen menemukan reservasi dan melacak boarding pass yang hilang sebelum ia bisa memesan ulang. Dalam skenario seperti itu, 20 menit bisa menjadi penentu apakah kamu bisa naik penerbangan berikutnya malam itu atau harus tertunda hingga keesokan harinya.

4. Mengandung Nomor Tiket Pesawat

Terakhir, kamu sebaiknya selalu mencetak boarding pass karena versi cetak seringkali memuat informasi lebih lengkap daripada versi selulernya. Misalnya, nomor tiket kamu, informasi yang mungkin kamu perlukan jika harus menghubungi maskapai untuk meminta pengembalian dana.

Sementara itu, mobile boarding pass biasanya hanya menampilkan nomor konfirmasi. Informasi tambahan ini bisa sangat krusial dalam situasi tak terduga.

Sumber : CNNIndonesia

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Advertorial

PBB Gelar Pameran Foto di Museum Tsunami

Advertorial

Museum Tsunami Aceh, Napak Tilas Sejarah dan Kebangkitan dari Tragedi

Advertorial

Aceh Ramadhan Festival 2025, Hadirkan Tradisi, Ekonomi Syariah dan Wisata Islami