Pidie Jaya – Kejaksaan Negeri Pdie Jaya telah memeriksa 13 orang untuk dinikmati keterangan teekiat adanya dugaan kasus tindak pidana korupsi bantuan siasil kepada Masyarakat Kabupaten Pidie Jaya.
Hal tersebut di sampaikan oleh Hafrizal, S.H,. M.H Kasi Intelijen Kejari Pidie Jaya kepada media ini, Senin (11/8/2025).
” 13 orang telah di mintai keterangan dan klarifikasi terkait dengan adanya dugaan Tipikor bantuan sosial kepada masyarakat Pdie Jaya tahun 2024, pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Dan Anak ( Dinsos P3A ) Kabupaten Pidie Jaya “.
Dalam hal ini, Kejaksaan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses penyaluran bantuan sosial (bansos) dari Dinas Sosial Kabupaten Pidie Jaya agar berjalan dengan tepat sasaran, transparan, dan bebas dari praktik korupsi maupun penyimpangan lainnya serta melakukan upaya preventif untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dalam setiap tahap pelaksanaan, mulai dari pendataan hingga distribusi kepada masyarakat penerima. Imbuhnya
lanjut Hafrizal mengatakan, berhubungan dengan Penyelidikan Dugaan Kasus Tindak Pidana Korupsi Bantuan Sosial kepada masyarakat Kejaksaan Negeri Pidie Jaya juga mengimbau kepada masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengawasi penyaluran bantuan sosial dan jangan pernah atau takut ragu untuk melaporkan jika menemukan adanya dugaan penyimpangan atau ketidaksesuaian dalam penyaluran bantuan sosial tersebut.
” Masyarakat jangan pernah ragu dan takut untuk melaporkan bila ada temuan atau hal hal yang mencurigakan dalam penyaluran bantuan sosial, apa lagi bantuan sosial tersebut tidak tepat sasaran, laporkan saja ” imbuh Hafrizal
Lebih lanjut Hafrizal menambahkan, banwa Bantuan Sosial ( Bansos ) diberikan dengan tujuan untuk membantu masyarakat yang rentan secara ekonomi dan sosial, serta memberikan dukungan dalam situasi krisis atau bencana, dengan harapan pelaksanaan Program bantuan sosial di Kabupaten Pidie Jaya dapat berjalan secara efektif, efisien dan bersih dari praktik korupsi. Pungkasnya (R).