Home / Daerah

Selasa, 26 Agustus 2025 - 15:44 WIB

Ayah Korban Polisikan Oknum Guru, Azwar Aswah : Sekolah Tempat Belajar Dan Mengajar Bukan Tempat Menghajar

mm Muhammad Rissan

Tokoh Masyarakat Bandar Baru, Pidie Jaya  Azwar Aswah, Foto:Dok/ Muhammad Rissan

Tokoh Masyarakat Bandar Baru, Pidie Jaya Azwar Aswah, Foto:Dok/ Muhammad Rissan

Pidie Jaya : Dunia pendidikan di Pidie Jaya kembali tercoreng oleh tindakan salah satu oknum guru tenaga honorer di SMP N 1 Bandar Baru yang mengakibatkan salah satu siswa harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Pidie Jaya.

Dengan  dalih  melakukan pendisiplinan untuk mengikuti kegiatan karnaval dalam rangka memperingati HUT RI ke 80, seorang siswa SMP N 1 Bandar Baru harus di bawa ke RSUD karena gendang telinganya sobek akibat di tampar oleh Oknum guru tersebut.

Fakhri Ayah Korban, kepada media ini pada Rabu malam (20/8) di RSUD Pidie Jaya mengatakan, kekecewaan yang sangat mendalam terhadap apa yang telah terjadi.

Baca Juga :  Pangdam IM Dukung Program Gerakan Wakaf dan Mengaji di Aceh

Sebelum perkara ini saya laporkan ke pihak kepolisian, Saya sudah menjumpai oknum tersebut untuk menayangkan kenapa anak saya di tampar, namun si oknum tidak mengakuinya, dan siap menghadapi bila kasus ini di bawa ke ranah hukum, ucap Fakhri dengan nada sedih sembari membayang nasib anaknya yang harus sedang berada dalam ruang operasi.

” Saya tidak bisa bicara banyak, perkara ini sudah masuk ke ranah hukum di kepolisian ” imbuh Fakhri

Sementara itu, Azwar Aswah salah satu tokoh masyarakat Bandar Baru Pidie Jaya kepada media ini, Rabu (26/8/2025), mengatakan, tindakan oknum guru yang melakukan kekerasan kepada siswa tidak bisa di biarkan karena ini telah mencoreng wajah  dunia pendidikan di Pidie Jaya.

Baca Juga :  Kodam Iskandar Muda Lampaui Target Penyerapan Gabah, Pangdam IM Apresiasi Sinergi TNI dan BULOG

Guru adalah contoh suri tauladan bagi anak didiknya, kalau gurunya seperti itu yang mengedepankan emosi yang akhirnya berujung pemukulan, kan ini tidak benar, ucap Azwar dengan nada geram

” Sekolah itu tempatnya belajar dan mengajar, bukan tempat untuk Menghajar ” timpanya

Menurut informasi, oknum guru tersebut masih berstatus tenaga honorer di mata pelajaran olah raga (penjaskes), dimana waktu kejadian tersebut yang bersangkutan sedang mengumpulkan siswa dalam agenda karnaval memeriahkan HUT RI ke 80, Karena himbauan sang guru slow respon akhirinya tangan lah yang berbicara dan ini kesalahan yang sangat fatal dilakukan oleh oknum guru tersebut, ucap  Azwar Aswah.

Baca Juga :  Jumat Barokah, Sat Lantas Polres Lhokseumawe Berbagi Sembako untuk Warga Kurang Mampu

Lebih lanjut Azwar menambahkan, permasalah ini harus di tindak dengan tegas oleh pemerintah Pidie Jaya melalui dinas pendidikan sebagai leding sektor nya, dan pihak kepolisian sebagai aparat penegakan hukum, jangan sampai persoalan ini bisa menimbulkan pengiringan opini ke hal hal lainya yang dapat memunculkan kegaduhan. Pungkasnya. (R)

Share :

Baca Juga

Daerah

Satlantas Polres Pidie Sosialisasikan Keselamatan Mudik dan Layanan Hotline 110

Daerah

Cegah Pelanggaran Personel, ini Pesan Kapolres Pidie Saat Pimpin Apel Jam Pimpinan

Daerah

Wakapolda Aceh dan Gubernur Hadiri Gerakan Tanam Padi Serentak bersama Presiden

Daerah

Pangdam Iskandar Muda Resmi Buka Semarak Ramadhan 1446 H di Lapangan Blang Padang

Daerah

Angkasa Pura Indonesia Ajak Siswa SDN Bueng Cala Pahami Keselamatan Penerbangan

Daerah

Irjen Dr. Achmad Kartiko Buka Turnamen Tenis Kapolda Aceh Cup 2025

Daerah

Pangdam IM Dorong Kemandirian Anggota Persit Lewat Program Vokasi dan Produktivitas

Daerah

Polisi Saweu Sikula: Personil Satlantas Polres Lhokseumawe Jadi Pembina Upacara di SMK Negeri 7 Lhokseumawe