Home / Daerah

Sabtu, 3 Januari 2026 - 22:07 WIB

Masyarakat Minta tidak Ada Pihak yang Menghambat Pembangunan Jalan Transmigrasi di Simeulue

mm Redaksi

Simeulue — Masyarakat dibuat geram dengan adanya pemberitaan yang terkesan mencari-cari kesalahan terhadap pengelola proyek jalan transmigrasi di Desa Latiung, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue. Dalam berita tersebut juga disebutkan bahwa material timbunan yang digunakan berasal dari aktivitas galian C ilegal.

Tokoh masyarakat setempat, Hardian mengatakan bahwa jalan tersebut merupakan impian masyarakat, di mana 20 tahun lebih belum pernah disentuh atau diaspal. Menurutnya, pemberitaan yang menyorot ikhwal timbunan yang berasal dari galian c ilegal akan menghambat pembangunan jalan tersebut.

Ia mengatakan, proyek jalan tersebut merupakan kebutuhan dan harapan masyarakat yang harus didukung pembangunannya. Terkait timbunan yang digunakan juga sudah berdasarkan kesepakatan bersama diambil di lokasi yang memungkinkan—bukan galian C—mengingat di Simeulue tidak ada izin galian C karena masuk garis pantai.

“Timbunan yang digunakan untuk menimbun jalan tersebut bukan dari galian C, itu kesepakatan masyarakat dan bukan dalam rangka bisnis. Diambil khusus untuk membangun jalan transmigrasi. Jadi jangan dipelintir atau digiring seolah ada pelanggaran hukum di situ,” tegas Suhardian, dalam keterangannya, Sabtu, 3 Januari 2026.

Ia juga mengaku kesal dengan pemberitaan yang sangat tajam menyoroti pembangunan jalan tersebut, sekan yang diaurakan itu untuk kepentingan masyarakat. Padahal, secara tidak langsung itu akan menghambat pembangunan dan mengubur impian masyarakat setempat yang berharap jalan itu segera diaspal.

“Tolong pembangunan jalan transmigrasi itu jangan dihambat, walau dengan modus kontrol sosial. Kalau memang dirasa ada kendala atau masalah, silakan bicarakan dan kita cari solusi bersama. Jangan malah mencari kekurangan, kemudian memberitakannya untuk tujuan dalam tanda kutip,” ujarnya geram.

Hal senada juga disurakan Tarmin. Tokoh masyarakat itu juga mengakui bahwa keberadaan proyek pembangunan jalan tersebut sangat membantu warga. Karena itu, ia bersama tokoh masyarakat lain, mukim, dan pemuda setempat mengajak seluruh pihak untuk mendukung kelancaran pelaksanaannya.

“Jalan ini merupakan harapan kami setelah sekian lama tidak dibangun. Jadi, mari kita dukung pembangunannya agar berjalan lancar. Ini demi krmajuan daerah kita,” ujar Tarmin.

Diketahui, proyek jalan yang bersumber dari APBN tersebut diketahui baru dibangun setelah sekian lama menjadi harapan masyarakat. Jalan ini dinilai sebagai akses utama yang menunjang mobilitas warga sekaligus menjadi penopang perekonomian masyarakat setempat.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Polres Pidie Jaya Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Wujudkan Polri Presisi yang Humanis

Daerah

Rapim Polda Aceh 2026 Ditutup Wakapolda Aceh, Tegaskan Sinkronisasi Kebijakan dan Penguatan Soliditas

Daerah

Brigjen Marzuki Ali Basyah Silaturahmi dengan Masyarakat Lingkungan Mapolda Aceh

Daerah

Rakernis Bidpropam 2026 Resmi Dibuka Kapolda Aceh: Propam sebagai Garda Etik dan Penjaga Marwah Polri

Daerah

Kapolda Aceh Saksikan Penganugerahan Gelar Kehormatan untuk Mendagri Tito Karnavian

Daerah

Diskusi Jum’at Curhat Polres Pidie Jaya: Langkah Strategis Membangun Keamanan Bersama Media

Daerah

Catat Besok Buka !.Satpas SIM Polres Bener Meriah dan Samsat Polres Bener Meriah

Daerah

Kapolres Pidie Salurkan Bantuan Akpol 2005 untuk Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Pidie