Home / Daerah

Jumat, 30 Januari 2026 - 09:00 WIB

ASP Soroti Penanganan Bencana Banjir Pidie Jaya, Kebijakan Bupati Tidak Sesuai Dengan Situasi Dan Kondisi

mm Redaksi

Koordinator Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya , Dedi Saputra ( Tengah ), berbincang dengan awak media , Kamis (29/1). Foto:Dok/ Humas ASP

Koordinator Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya , Dedi Saputra ( Tengah ), berbincang dengan awak media , Kamis (29/1). Foto:Dok/ Humas ASP

Pidie Jaya – Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya menilai penanganan bencana banjir oleh Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya semakin menunjukkan ketidakmampuan dan ketidaksiapan kepala daerah dalam mengelola krisis. Alih-alih fokus pada pemulihan masyarakat, kebijakan yang diambil justru memperlihatkan kebingungan arah serta lemahnya pemahaman terhadap tahapan penanggulangan bencana.

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya, Dedi Saputra, kepada awak media pada kamis (29/1), ia  menyebutkan bahwa kebijakan yang diambil Bupati Pidie Jaya selama ini lebih bersifat asumtif dan tidak berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

“Apa yang dilakukan Bupati hari ini mencerminkan ketidakmampuan membaca situasi. Kebijakan diambil tanpa berpijak pada realitas korban. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi bentuk kegagalan dalam menjalankan roda pemerintahan,” tegas Dedi.

Ia menyoroti keputusan memperpanjang masa tanggap darurat hingga lima kali yang dinilai sudah tidak relevan. Menurutnya, fase darurat telah lama berakhir, namun pemerintah daerah gagal beralih ke tahap yang lebih penting, yakni recovery dan rekonstruksi.

“Perpanjangan masa darurat justru memperlihatkan ketidaktahuan pemerintah daerah tentang manajemen bencana. Saat ini yang dibutuhkan masyarakat adalah pemulihan, pembangunan kembali, bukan status darurat yang berkepanjangan tanpa kejelasan,” katanya.

Dedi juga mengingatkan bahwa keterlambatan masuk ke fase recovery berpotensi membuat Belanja Tidak Terduga (BTT) tidak efektif dan rawan tidak tepat sasaran. Ia menuntut agar penggunaan BTT segera dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat.

“BTT harus transparan. Jangan sampai anggaran besar habis tanpa dampak nyata bagi korban. Publik berhak tahu ke mana anggaran itu digunakan,” tegasnya.

Berdasarkan temuan di lapangan, Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya mencatat bahwa sebagian besar warga terdampak banjir justru memilih bertahan dan kembali ke tempat tinggal mereka, bukan direlokasi. Namun ironisnya, kebutuhan utama seperti pembersihan permukiman justru tidak menjadi prioritas pemerintah.

Lebih jauh, sejumlah hunian sementara (huntara) yang telah selesai dibangun hingga kini belum dapat ditempati korban banjir. Kondisi ini dinilai sebagai bukti nyata buruknya koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dengan pemerintah pusat.

“Huntara sudah ada, tapi tidak bisa digunakan. Ini menunjukkan kekacauan koordinasi dan lemahnya kepemimpinan daerah dalam mengelola pascabencana,” lanjut Dedi.

Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya juga mengkritik keras sikap pemerintah daerah yang dinilai lebih sibuk dengan kegiatan seremonial ketimbang kerja nyata di lapangan.

“Rakyat tidak butuh seremoni. Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata. Jika bupati terus mempertontonkan ketidaksiapan seperti ini, maka penderitaan korban akan terus berlarut,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Dedi menegaskan bahwa pihaknya mendesak Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk segera melakukan evaluasi total, menghentikan pendekatan simbolik, serta fokus pada pemulihan nyata yang berpihak kepada masyarakat terdampak.

“Jika pemerintah daerah terus gagal membaca situasi, maka rakyat berhak mempertanyakan kapasitas kepemimpinan Bupati Pidie Jaya,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Daerah

BAZNAS RI Salurkan 940 Paket Perlengkapan Sekolah Di Pidie Jaya  Dan 500 Unit Huntap Untuk Korban Bencana Banjir Bandang Aceh

Daerah

Satgas Gulbencal Yonzipur 5/ABW Kebut Pembangunan Jembatan Aramco di Mesidah Bener Meriah 

Daerah

Permainan Sarung Berantai Meriahkan Family Day PW IWO Aceh 2026

Daerah

Sat Reskrim Polres Pidie Jaya Serahkan Berkas Perkara Kekerasan Anak ke Kejaksaan Negeri

Daerah

Sejumlah  1.852 Anak yatim piatu di 8 Kecamatan Dapat Santunan Dari Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya

Daerah

Menjelang Hari Raya Idul Fitri RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli Siapkan Skema Pelayanan Khusus bagi Pasien

Daerah

Pemkab Aceh Besar Apresiasi Program Ketahanan Pangan INTI Aceh

Daerah

Kasdam IM SSambut Kedatangan Menteri Kehutanan RI dan Ketua Komisi IV DPR RI di Bandara SIM