Home / Daerah

Jumat, 30 Januari 2026 - 15:33 WIB

Polda Aceh Tanam 10.000 Mangrove untuk Wujudkan Program Green Policing

mm Redaksi

Banda Aceh — Polda Aceh melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam 10.000 bibit pohon mangrove di Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Green Policing sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap pelestarian ekosistem pesisir.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah mengatakan, program Green Policing merupakan wujud nyata komitmen Polda Aceh dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup, khususnya kawasan pesisir yang memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana, pencegahan abrasi, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.

Menurutnya, penanaman mangrove juga merupakan investasi jangka panjang bagi generasi yang akan datang. Mangrove memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai, menjadi habitat berbagai biota laut, sekaligus berfungsi sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen bagi kehidupan.

“Green Policing Polda Aceh diawali dengan penanaman 10.000 bibit pohon mangrove. Ke depan, saya akan memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta jajaran di Aceh untuk melaksanakan kegiatan serupa,” ujar Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah usai penanaman mangrove tersebut.

Ke depan, Kapolda Aceh akan menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing. Apabila setiap satuan mampu menanam minimal 5.000 bibit mangrove, ditambah dengan 10.000 bibit dari Polda Aceh, maka total penanaman dapat mencapai sekitar 125.000 pohon mangrove.

“Tentu kita dapat membayangkan manfaat luar biasa yang akan dihasilkan apabila jumlah pohon yang kita tanam terus bertambah,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa program penghijauan Polda Aceh ini tidak hanya difokuskan pada kawasan pesisir, tetapi juga akan dikembangkan melalui program “Sejuta Pohon untuk Masyarakat” yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Aceh.

Sejalan dengan program tersebut, Polda Aceh juga terus mendorong berbagai inovasi sebagai bagian dari upaya antisipasi dan mitigasi bencana di Aceh. Salah satu terobosan yang telah digagas adalah pemanfaatan tanah lumpur pascabencana banjir untuk direklamasi dan diolah kembali menjadi lahan tanam yang produktif.

“Tanah lumpur yang sebelumnya menjadi sumber permasalahan lingkungan kini dimanfaatkan sebagai media tanam berbagai jenis tanaman bernilai ekonomi, sehingga tidak hanya berfungsi memulihkan lingkungan, tetapi juga membuka peluang dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Terakhir, ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dansatbrimob, panitia, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia berharap apa yang dilakukan hari ini menjadi amal jariah dan membawa manfaat besar bagi lingkungan serta masyarakat Aceh.

“Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi dan komitmen bersama antara Polri, pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, mahasiswa, dan masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Prajurit Kodam IM tuntaskan pembersihan RSUD Aceh Tamiang 

Daerah

Kapolda Aceh Hadiri Penyerahan Bantuan oleh Mendagri dan Mensos bagi Korban Banjir di Aceh Timur

Daerah

Kapoksahli Pangdam IM Sosialisasikan Pembentukan Yonif TP di Aceh Tenggara

Daerah

Terima Audiensi Pangdam IM dan Kajati, Kapolda Aceh: Momen Penting untuk Memperkuat Sinergisitas TNI-Polri dan Kejaksaan

Daerah

Pj Bupati Pidie Jaya T Ahmad Dadek meyerahkan Rumah Bantuan Baitul Mal dan Monitoring Hasil Pembangunan

Daerah

Jumat Berkah, Satlantas Polres Pidie Bagikan Nasi Kotak kepada Pekerja Jalanan di Kota Sigli

Daerah

Pangdam IM Tinjau Penyaluran Beras Murah SPHP Bersama Forkopimda Aceh

Daerah

Pengrus Huda Pidie Jaya Dikukuhkan