Home / Pendidikan

Jumat, 10 Januari 2025 - 05:15 WIB

Aceh Butuh Perhatian: Pendidikan Berkualitas Terhalang Jaringan Internet Lemah

mm Redaksi

Ilustrasi. Foto: Dok.

Ilustrasi. Foto: Dok.

Banda Aceh – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf-Fadhlullah berjanji akan meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Rencong menjadi lebih baik dan unggul.

Mereka juga bertekad, menyamaratakan kualitas pendidikan tersebut baik di kota maupun kabupaten. Pernyataan itu disampaikan Fadhlullah atau Dek Fadh saat debat pertama Pasangan Calon Gubernur Aceh dan Wakil Gubernur, di Banda Aceh, pada 25 November 2024. Ia menyikapi pertanyaan terkait strategi agar kualitas pendidikan, sains, dan teknologi merata di provinsi itu.

Calon Wakil Gubernur Aceh itu berjanji akan menyiapkan seluruh prasarana dan sarana untuk laboratorium di seluruh pelosok Aceh. Terutama daerah perbatasan seperti Subulussalam, Aceh Singkil, dan Sabang.

“Semua akan kami penuhi sesuai standar yang dimiliki. Peran pemerintah, harus sama apa yang dimiliki pendidikan di pusat kota, Banda Aceh, sama halnya dengan pedalaman. Inilah tekad kami untuk membangun pendidikan ke depan yang lebih baik dan unggul,” kata Dek Fadh.

Tidak hanya saat debat, Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Nomor Urut Dua ini juga berencana memberikan pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan. Termasuk memfasilitasi pengembangan belajar mengajar berbasis digital.

Janji disampaikan saat debat dan tertulis dalam visi misi Pasangan Mualem-Dek Fadh disambut baik oleh Tokoh Pemuda Aceh Singkil, Kevin. Menurut dia, keinginan paslon nomor urut dua itu untuk meratakan kualitas pendidikan menjadi lebih baik harus didukung.

Namun demikian, kata dia, program tersebut tidak akan bisa berjalan dengan mudah dan terlaksana dalam waktu yang singkat. Mengingat masih banyak daerah bahkan tidak terjangkau sinyal internet seperti di beberapa kawasan di Aceh Singkil.

Ditambah lagi, masih banyak daerah pedalaman di Aceh Singkil masih kekurangan tenaga pengajar terutama di bidang komputer. Dikhawatirkan program laboratorium maupun belajar mengajar berbasis digital akan terganggu.

“Lalu bagaimana memaksimalkan laboratorium komputer sedangkan jaringan saja tidak bisa menjangkau daerah tersebut,” kata Kevin kepada AJNN, Selasa, 7 Januari 2025.

Sebagai putra daerah Aceh Singkil, ia menyarankan kepada pasangan calon terpilih, agar tahun pertama memimpin untuk membangun terlebih dahulu laboratorium dan jangkauan akses internet di daerah pedalaman.

Seiringan dengan pembangunan fisik, pemerintah nanti dapat membangun sumber daya manusia atau tenaga pengajar sehingga di tahun kepemimpinan, para guru telah lebih banyak memahami belajar mengajar berbasis digital.

Bila program pemerataan pendidikan tersebut dilakukan secara bertahap dan akses internet mulai menjangkau seluruh pelosok daerah, ia yakin kualitas sumber daya manusia juga akan meningkat.

“Jangan nanti laboratorium komputer yang disediakan hanya untuk belajar cara menghidupkan dan mematikan komputer semata,” kata Kevin.

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Bantu Pembangunan RSIA di Gaza Palestina Rektor UIN Ar-Raniry Serahkan Donasi Rp 50 Juta

Pendidikan

Bappenas Tinjau Kesiapan USK Bangun Rumah Sakit Pendidikan

Pemerintah Aceh

93.397 Anak Yatim dan Piatu di Aceh Segera Terima Bantuan Pendidikan Tahun 2025

Pendidikan

Pemkab Aceh Besar Umumkan Hasil SKD dan SKB CPNS

Pendidikan

Dinas Pendidikan Aceh Sambut Program “Go to School” Bersama KPI Aceh

Pendidikan

Klarifikasi Rektor USK; Seluruh Proses Pengadaan Barang dan Jasa di USK Dilakukan Sesuai Ketentuan Hukum

Pendidikan

Kadisdik Aceh : Pj. Gubernur Aceh Dorong Lulusan Poltekkes Tingkatkan Layanan Kesehatan di Daerah Terpencil

Pendidikan

SMA Negeri 1 Ingin Jaya Dapat Edukasi Hukum dari JMS Kejati Aceh