Home / Pemerintah Aceh

Selasa, 24 Juni 2025 - 09:39 WIB

Baitul Mal Aceh Lepas 10 Santri MSBS ke Jepang melalui Program Kuliah di Tempat Kerja

mm Mohd. S

Banda Aceh – Baitul Mal Aceh secara resmi melepas keberangkatan 10 orang santri dari Muamalat Solidarity Boarding School (MSBS) yang menjadi penerima bantuan Program Kuliah di Tempat Kerja ke Jepang. Acara pelepasan berlangsung di Aula Baitul Mal Aceh dan dipimpin langsung oleh Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Mohammad Haikal, didampingi oleh Pimpinan MSBS, Gunawan Indra.

Program bantuan ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp325.000.000, yang bersumber dari dana infak yang dipercayakan masyarakat kepada Baitul Mal Aceh. Bantuan ini digunakan untuk mendukung kebutuhan persiapan keberangkatan para santri, termasuk pelatihan bahasa dan keberangkatan ke luar negeri.

Baca Juga :  Wagub Aceh Minta Kepala BPH RI Jadikan Aceh Pusat Embarkasi Haji Indonesia

Dalam sambutannya, Mohammad Haikal menyampaikan bahwa bantuan pendidikan ini merupakan hasil dari amanah masyarakat Aceh yang telah menyalurkan hartanya melalui Baitul Mal. Ia berpesan kepada para santri agar menjaga kepercayaan tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Bantuan Program Kuliah di tempat kerja ini hadir berkat orang-orang baik yang telah menitipkan hartanya melalui Baitul Mal Aceh. Jangan sia-siakan amanah ini. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan seperti ini. Manfaatkan dengan sungguh-sungguh, semangat terus, dan jadilah Muzakki yang suatu saat bisa membantu orang lain serta mengangkat martabat keluarga,” ujarnya.

Baca Juga :  Wagub Fadhlullah Halal bi Halal ke Kediaman Abon Arongan  

Sementara itu, Gunawan Indra dalam arahannya memberikan motivasi kepada para santri yang akan segera memulai fase baru dalam hidup mereka. Ia mengingatkan pentingnya persiapan mental dan etika sebagai bekal hidup di negeri orang.

“Layar sudah dikembang, pantang mundur. Apapun yang terjadi, jangan lemah. Iringi dengan doa dan usaha. Persiapkan tiga hal penting: attitude (bahasa tubuh), etika, dan bahasa. Selama enam bulan ke depan, kalian akan belajar bahasa di Bogor, kemudian lanjut ke Jepang selama dua tahun. Jangan mengeluh, tetap semangat, dan hadapi segala tantangan dengan keberanian,” tegasnya.

Baca Juga :  Gubernur Aceh: GEKRAFS Aceh Harus Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Menuju Indonesia Emas

Program Kuliah di Tempat Kerja ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda Aceh, khususnya dari keluarga kurang mampu, untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mendapatkan pengalaman kerja di luar negeri. Diharapkan, lulusan program ini tidak hanya memiliki kompetensi global, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerahnya di masa depan.***

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Mualem Sambut Kepala BP Haji, Usulkan Penambahan Kuota Haji dan Penerbangan Umrah Langsung dari Aceh

Pemerintah Aceh

Mualem Ingatkan Pemilihan Ketua dalam Musda Pramuka Kwarda Aceh harus Sesuai Aturan 

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Pimpin Apel Pagi Pasca Idul Fitri, Ajak Pegawai Disiplin Kerja

Pemerintah Aceh

Kejati Aceh dan BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan RAN 2025, Perluas Perlindungan Pekerja di Aceh

Pemerintah Aceh

Wujudkan Visi Misi Mualem-Dek Fadh, Kadis Pendidikan Dayah Aceh Saweu Ulama

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Minta Kepala BPH RI Jadikan Aceh Pusat Embarkasi Haji Indonesia

Pemerintah Aceh

Dana Otsus Tahap II Cair Rp 1,5 Triliun, Khusus Jatah Provinsi

Pemerintah Aceh

Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Tegaskan Komitmen Bersih, Transparan, dan Pro-Rakyat