Home / Daerah

Selasa, 9 September 2025 - 09:36 WIB

James NKRI : CSR PT PEMA untuk Siapa ?!

mm Redaksi

Banda Aceh – Tokoh permahati James NKRI, yang juga mantan penasehat Gubenur Aceh 2017-2022 meyoroti dugaan penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pembangunan Aceh (PEMA) ke luar daerah, di salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jakarta dalam kegiatan perayaan Dies Natalis ke-60, menuai gelombang pertanyaan dari publik.

Menanggapi persoalan di Aceh, James NKRI kepada awak media meyampaikan sikap dan pandangannya yang terjadi saat ini di Aceh. Putra Aceh yang berjulukan kota Juang dan pernah jadi Penasehat Gubernur Aceh sekaligus pengamat strategi politik dan bisnis, mendapat tanggapan serius terkait isu ini.

“Kalau benar dana CSR PEMA dipakai untuk acara di Jakarta, ini sangat jelas pengkhianatan terhadap rakyat Aceh,” kata James NKRI kepada awak media, Senin 8 September 2025.

Menurut James, PEMA merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang lahir dari modal rakyat Aceh. Oleh karena itu, segala bentuk tanggung jawab sosial harus diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat Aceh.

“Sesuai aturan, CSR itu untuk masyarakat sekitar perusahaan. Aceh masih punya banyak universitas swasta, sekolah, dan lembaga pendidikan yang butuh dukungan. Kenapa malah lari ke luar? Jangan-jangan saya menduga ada konspirasi dan muslihat tertentu,” ujarnya.

James menegaskan, bantuan keluar daerah baru bisa diterima jika Aceh sudah benar-benar makmur. “Kalau Aceh sudah maju, pendidikan dan ekonomi rakyat terpenuhi, tentu wajar kita bantu saudara di luar. Tapi kenyataannya Aceh masih tertinggal. Jadi menyalurkan CSR ke luar sama saja menutup mata terhadap penderitaan rakyat sendiri,” tegasnya.

Selain isu CSR, James juga menyoroti kabar soal bonus jumbo miliaran rupiah yang disebut cair lewat RUPS Sirkuler pada 24 Juni 2025. Bonus itu bahkan diduga ditarik tunai tanpa laporan resmi.

“Ini sudah dilaporkan ke KPK dan PPATK. Kalau benar, berarti PEMA lebih sibuk mengurus kepentingan segelintir orang ketimbang tugas utamanya untuk rakyat Aceh,” ujar James.

Ia menambahkan, DPR Aceh dan Gubernur Aceh harus segera turun tangan memanggil Direktur Utama PEMA untuk memberikan klarifikasi terbuka. “Rakyat Aceh berhak tahu, PEMA ini kerja untuk siapa? Untuk kesejahteraan Aceh atau hanya untuk elit tertentu dan pihak luar?” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Kodam IM Kerahkan Yonif TP 853/BRB Bersihkan RSUD Aceh Tamiang

Daerah

Ketua ICMI Aceh Yakin Presiden Prabowo akan Menerbitkan Kebijakan untuk Aceh Terkait Status Tanah Blang Padang

Daerah

Kejati Aceh Gelar In-House Training Kehumasan, Perkuat Peran Humas di Era Digital

Daerah

MTQ Provinsi Aceh Ke 37 Akan berlangsung Awal Bulan November, Tuan Rumah  Matangkan Segala Persiapan 

Daerah

Polres Pidie Jaya Ikuti Binrohtal Polda Aceh via Zoom, Lanjutkan dengan Binrohtal dan Santunan Anak Yatim

Daerah

Nasir Djamil Apresiasi Inisiatif Kapolda Aceh Deklarasikan “Green Policing”

Berita

Pemerintah Aceh Gelar Forum Konsultasi Publik RKPA 2026, Fokus pada Hilirisasi dan Industrialisasi SDA

Daerah

Dukung Realisasi Pendapatan Asli  Daerah, Kejaksaan Negeri Pidie Jaya Panggil Sejumlah Penunggak Pajak Restoran Dan Warkop