Home / Daerah

Rabu, 4 Juni 2025 - 15:15 WIB

Kejati Aceh Gelar In-House Training Kehumasan, Perkuat Peran Humas di Era Digital

mm Mohd. S

Banda Aceh – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menyelenggarakan In-House Training Kehumasan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kehumasan di lingkungan Kejati Aceh, Kejaksaan Negeri, serta Cabang Kejaksaan Negeri di seluruh wilayah Aceh.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Kejati Aceh dan dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Aceh, Muhibuddin, S.H., M.H., didampingi oleh Asisten Intelijen, Mukhzan, S.H., M.H., Kepala Stasiun TVRI Aceh Ali Qausen, pada Rabu 4 Juni 2025, di Banda Aceh

Bekerja sama dengan TVRI Aceh, pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh Kejaksaan Negeri(Kejari) di Aceh, kegiatan ini sebagai upaya dalam membangun kehumasan yang lebih representatif dan inklusif.

Dalam sambutannya, Wakajati Muhibuddin menegaskan bahwa peran kehumasan di institusi kejaksaan kini semakin penting, terutama dalam menghadapi era digital yang menuntut transparansi dan kecepatan informasi.

“Kita tidak bisa lagi bekerja di balik ‘menara gading’. Di era sekarang, keberhasilan institusi hukum tidak hanya diukur dari aspek penindakan semata, tetapi juga dari bagaimana kita membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang tepat dan transparan,” ujar Wakajati.

Menurutnya, humas memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk citra institusi, menjelaskan kebijakan, serta menyampaikan capaian Kejaksaan kepada masyarakat secara jelas dan mudah dipahami.

Ia juga mengapresiasi inisiatif Seksi Penerangan Hukum pada Bidang Intelijen Kejati Aceh yang telah menggagas pelatihan ini.

“Langkah ini merupakan inovasi penting yang patut dijadikan contoh oleh satuan kerja lainnya,” tambahnya.

Tak hanya itu, Wakajati mengingatkan pentingnya humas dalam memproduksi narasi-narasi positif dan membangun karakter institusi melalui penyebaran informasi yang baik.

Ia mencontohkan bagaimana kolaborasi lintas sektor, seperti yang pernah dilakukan di Jepang, mampu menghasilkan kekuatan informasi yang konstruktif.

“Kita harus belajar dari Jepang. Mereka tidak hanya menyampaikan informasi, tapi membangun sistem komunikasi yang efektif, dengan strategi yang jelas dan narasi yang kuat. Setiap hari harus ada berita positif yang diproduksi dan dipublikasikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan perlunya menjalankan komunikasi dua arah (two-way communication) dalam membangun hubungan dengan masyarakat. Interaksi yang terbuka dan responsif akan menciptakan persepsi yang lebih positif terhadap institusi kejaksaan.

Itu sebabnya melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi agen informasi yang aktif dan peka terhadap isu-isu yang berkembang.

“Mereka juga dituntut untuk memahami dinamika media sosial dan mampu membangun jaringan komunikasi yang solid di wilayah masing-masing”,ujarnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Bekangdam Iskandar Muda Dirikan Dapur Umum untuk korban Banjir Aceh

Daerah

Polwan Polres Pidie Gelar Bakti Sosial dalam Rangka Hari Jadi Polwan ke-77

Daerah

Pasokan Listrik Belum Normal, Yonzipur 16/DA Bantu PLN Bangun Tower Darurat di Bireun

Daerah

Jumat Curhat Polres Pidie Jaya: Kapolres Dorong Edukasi dan Kolaborasi Cegah Karhutla

Daerah

Jumat Berkah, Kodam Iskandar Muda Bagikan 477 Paket Makanan Gratis untuk Warga

Daerah

Polda Aceh Siapkan Perangkat Starlink untuk Wifi Gratis di Lokasi Bencana

Daerah

Sat Samapta Polres Pidie Jaya Gelar Latihan Dalmas, Perkuat Kesiapan Pengamanan Unjuk Rasa

Daerah

Kapolda Aceh Pimpin Sertijab Empat Pejabat Utama dan Dua Kapolres