Home / Daerah

Jumat, 31 Januari 2025 - 07:42 WIB

Komitmen Pemerintah Pidie Jaya, Pj Bupati : Untuk Kedepan Tidak Ada Lagi ODGJ Yang Di Pasung

mm Muhammad Rissan

Pj Bupati Pidie Jaya Membujuk Ibu Pasien ODGJ Agar Bisa Dibawa Ke Banda Aceh. Foto/Dok

Pj Bupati Pidie Jaya Membujuk Ibu Pasien ODGJ Agar Bisa Dibawa Ke Banda Aceh. Foto/Dok

Pidie Jaya – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terus berkomitmen untuk menangani permasalahan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang masih banyak ditemukan di daerah ini.

Hingga saat ini, terdapat delapan orang ODGJ yang masih dipasung dalam berbagai kondisi. Lima di antaranya telah berhasil dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Namun, tiga pasien lainnya masih belum mendapatkan izin dari keluarga mereka dengan berbagai alasan.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah Irfandi (24), warga Desa Alue Keutapang, Kecamatan Bandar Dua. Irfandi telah dirantai di belakang rumahnya selama empat tahun karena kondisi agresifnya. Ibunya menolak untuk membawa Irfandi ke Banda Aceh dengan alasan keterbatasan ekonomi serta trauma masa lalu ketika mereka harus menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk mendampinginya dalam perawatan sebelumnya.

Menanggapi hal ini, Pj Bupati Pidie Jaya, Dr. HT Ahmad Dadek, SH, MH, yang didampingi Asisten I Setdakab Pidie Jaya, Said Abdullah, SH, MKM, serta Plt Kadis Sosial, Agus Agusmaidi, S.I.P, M.M, pada hari kamis tanggal 30/1/2025,  melakukan negosiasi langsung dengan pihak keluarga, terutama ibu dari Irfandi. Setelah melalui pendekatan yang persuasif dan meyakinkan, akhirnya keluarga setuju untuk membawa Irfandi ke Banda Aceh guna mendapatkan perawatan yang lebih layak.

Kesepakatan ini juga mendapat dukungan dari Kepala Desa Alue Keutapang, Kafrawi, yang turut serta dalam upaya membujuk keluarga agar bersedia memberikan kesempatan bagi Irfandi untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Pj Bupati Pidie Jaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya menjemput dan merawat pasien ODGJ yang masih dalam kondisi terpasung.

“Kami akan terus mengupayakan pendekatan kepada keluarga pasien lainnya agar mereka juga bersedia membawa anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis yang sesuai. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memastikan hak kesehatan bagi semua warga, terutama yang membutuhkan perhatian khusus,” ujar Pj Bupati.

Sebagai tindak lanjut, Pj Bupati Pidie Jaya berencana membujuk dua keluarga lainnya yang masih menolak agar pasien ODGJ dapat segera dirawat. Pemerintah daerah juga sedang menyusun jadwal penjemputan bagi pasien tahap kedua yang akan dibawa ke Banda Aceh. Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Jiwa Aceh, dr. Hanif, telah menyatakan kesiapan pihaknya untuk menerima dan menjemput pasien-pasien yang masih tertinggal dalam tahap berikutnya.

Program penanganan ODGJ ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Pidie Jaya dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan humanis. Pemerintah berharap dengan adanya perhatian lebih terhadap pasien ODGJ, stigma terhadap mereka dapat dikurangi dan mereka bisa mendapatkan hak perawatan yang layak. Selain itu, keluarga pasien juga diharapkan lebih terbuka terhadap bantuan yang diberikan pemerintah demi kebaikan bersama.

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Sosial dan Rumah Sakit Jiwa Aceh, guna memastikan bahwa tidak ada lagi pasien ODGJ yang mengalami pemasungan dan dapat mendapatkan hak kesehatan mereka dengan lebih baik.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Humas Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. ( Prokopim Pidie Jaya ).

Share :

Baca Juga

Daerah

Bersama Bhayangkari, Kapolres Pidie Jaya Launching Program Pangan Lestari untuk Gizi Sehat

Daerah

Kapolres Pidie Salurkan Bantuan Beras SPHP untuk Mantan Kombatan dan Korban Konflik di Kecamatan Mutiara

Daerah

Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda, Kapolda Aceh: Pemuda Penentu Sejarah Berikutnya

Daerah

Pangdam IM Apresiasi Satgas UNIFIL Kodam IM yang Bangun Water Filtration System untuk Warga Lebanon Selatan

Daerah

Rekrutmen Calon Prajurit Baru, Kodam IM Sosialisasi ke Sekolah

Daerah

Tradisi Pembaretan Yudhawastu Pramuka, Simbol Resmi Prajurit Menjadi Infanteri Sejati

Daerah

Kondisi Pemadam Kebakaran Pidie Jaya Butuh Perhatian Serius

Daerah

Kapolda Aceh Salat Gaib, Zikir, dan Doa Bersama Sahabat Ojol