Home / Daerah

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:39 WIB

Pembangunan Jembatan Gantung di Aceh Tenggara Hampir Rampung, Akses Warga Segera Pulih

mm Mohd. S

Aceh Tenggara – Upaya percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tenggara terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satu proyek strategis yang saat ini hampir selesai adalah pembangunan jembatan gantung di Desa Lawe Mamas Indah, Kecamatan Darul Hasanah. Hingga saat ini, progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai sekitar 99 persen dan hanya menyisakan tahap akhir berupa pekerjaan finishing seperti pengecatan lantai dan pagar jembatan.

Pembangunan jembatan gantung ini dilaksanakan oleh prajurit TNI AD dari Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama Babinsa Posramil Darul Hasanah, tim teknis, serta didukung penuh oleh partisipasi masyarakat setempat. Keterlibatan berbagai pihak ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan akses infrastruktur yang sebelumnya terputus akibat bencana alam.

Seperti diketahui, wilayah Kecamatan Darul Hasanah beberapa waktu lalu dilanda banjir besar dan tanah longsor yang menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas umum, termasuk jembatan penghubung antarwilayah. Jembatan lama yang sebelumnya menjadi jalur utama bagi masyarakat mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat digunakan lagi.

Akibat kondisi tersebut, mobilitas warga sempat terhambat. Masyarakat yang hendak melintasi Sungai Kali Alas untuk menuju kebun, pasar, sekolah, maupun melakukan berbagai aktivitas ekonomi lainnya terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu. Kondisi ini tentu berdampak pada aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat setempat.

Menyadari pentingnya akses transportasi bagi masyarakat, pembangunan kembali jembatan gantung tersebut menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya pemulihan wilayah pascabencana. Melalui kerja sama yang erat antara TNI dan masyarakat, proses pembangunan jembatan dapat dilaksanakan secara cepat, efektif, dan tetap mengutamakan kualitas konstruksi.

Jembatan gantung yang dibangun di atas Sungai Kali Alas tersebut memiliki panjang sekitar 150 meter dengan lebar 1,2 meter, sementara kedalaman sungai di bawahnya mencapai kurang lebih 2 meter. Struktur jembatan dirancang dengan konstruksi yang kuat dan aman sehingga dapat digunakan oleh masyarakat untuk aktivitas sehari-hari.

Selama proses pembangunan berlangsung, prajurit TNI tidak hanya terlibat dalam pekerjaan teknis konstruksi, tetapi juga aktif membangun semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat. Kehadiran TNI di lokasi pembangunan menjadi motivasi tersendiri bagi warga untuk ikut serta membantu menyelesaikan pekerjaan tersebut secara bersama-sama.

Kerja sama yang terjalin antara TNI dan masyarakat ini menjadi gambaran nyata bahwa nilai-nilai gotong royong masih sangat kuat di tengah kehidupan masyarakat Aceh Tenggara. Semangat kebersamaan tersebut menjadi kunci utama dalam mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan oleh warga.

Dengan hampir rampungnya pembangunan jembatan gantung tersebut, masyarakat kini menaruh harapan besar agar akses penghubung antarwilayah yang sempat terputus dapat segera kembali normal. Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga serta memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber utama perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.

Selain itu, jembatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendukung berbagai aktivitas sosial masyarakat, termasuk akses menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan pusat kegiatan ekonomi.

Salah seorang warga setempat, Amri (49), mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada TNI dan seluruh pihak yang telah membantu pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, sejak jembatan lama rusak akibat banjir, masyarakat mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah membantu membangun kembali jembatan ini. Jembatan ini sangat penting bagi kami untuk pergi ke kebun, ke pasar, dan menjalankan aktivitas lainnya. Mudah-mudahan setelah selesai nanti perekonomian masyarakat bisa kembali pulih,” ungkap Amri.

Ia juga berharap agar jembatan yang telah dibangun tersebut dapat dirawat dengan baik sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama oleh masyarakat.

Apabila tahap finishing dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat, jembatan gantung ini direncanakan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Dengan demikian, warga yang selama ini harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh untuk menyeberangi sungai dapat kembali menggunakan akses yang lebih dekat, aman, dan efisien.

Pemerintah daerah bersama TNI berharap keberadaan jembatan gantung di Desa Lawe Mamas Indah ini nantinya dapat menjadi sarana vital yang mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Darul Hasanah serta wilayah sekitarnya.

Pembangunan jembatan ini juga menjadi simbol kuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi serta bangkit dari dampak bencana. Semangat gotong royong yang ditunjukkan selama proses pembangunan menjadi bukti bahwa dengan kerja sama dan kepedulian bersama, berbagai tantangan dapat diatasi demi kesejahteraan masyarakat.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

TNI Kerahkan Puluhan Alat berat Bersihkan Tumpukan Kayu di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara

Daerah

Kapolres Pidie Lepas 10 Atlet Bulutangkis ke Kejuaraan Kapolda Aceh Cup 2025

Daerah

Pangdam Iskandar Muda Tutup TMMD ke-126 di Aceh Tengah

Daerah

Dirlantas Polda Aceh Hadiri Apel Deklarasi Perang terhadap Narkoba, Premanisme, Pekat, dan Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas di Aceh Tenggara

Daerah

Fitriani Diberhentikan, PW IWO Tunjuk Ismail Zein sebagai Ketua PD IWO Kota Banda Aceh

Daerah

Peringatan Isra Mi’raj 2025: Pangdam IM Ajak Prajurit Tingkatkan Disiplin dan Loyalitas

Daerah

Pangdam Iskandar Muda Tegaskan Komitmen Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Aceh

Daerah

Pangdam Iskandar Muda Resmi Tutup TMMD ke-125 di Aceh Tenggara