Pidie Jaya – Aliansi Masyarakat Pidie Jaya menuntut transparansi penanganan bencana banjir dengan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintah Cot Trieng. Senin ( 9/2/2026).
Dalam aksinya Mereka menanyakan penggunaan anggaran BTT yang tidak jelas dan kurangnya sinergi antara lembaga dalam penanganan bencana.
“Penggunaan anggaran BTT yang milyaran rupiah tidak jelas kemana peruntukkannya,” kata Koordinator Aksi Dedy Saputra. Mereka juga meminta informasi tentang bantuan penanganan bencana dari Presiden, Provinsi, dan lain-lain untuk diungkap ke publik.
Aliansi Masyarakat Pidie Jaya mendesak pemerintah untuk memberikan informasi kepada publik tentang progres penanganan bencana dan penggunaan dana BTT. Mereka juga menilai bahwa penanganan bencana yang dilakukan tidak efektif dan tidak ada sinergi antara sektor.
Aksi yang di sambut lansung oleh Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Tgk. H. Syibral Malasyi, dan Hasan Basri , serta Sekretaris Daerah Dr. Munawar Ibrahim yang juga turut di dampingi oleh Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu dan Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S. Sos. Berjalan aman, damai dan tertib.
Dalam aksi tersebut, Bupati Pidie Jaya menjawab tuntutan tersebut dengan mengajak para Aliansi untuk bersama sama memberikan kontribusi dalam pengawalan dan pengawasan penanganan bencana.
” Kami sambut niat baik Bupati untuk melibatkan Aliansi Masyarakat dalam penanganan bencana, namun bila tuntutan yang kami sampaikan tidak di realisasikan dan hanya dijadikan sebatas ajang sambutan seremonial tanpa adanya implementasi, maka aksi selanjutnya akan lebih besar lagi ” pungkasnya, (R).










