Home / Daerah

Minggu, 18 Januari 2026 - 09:06 WIB

Yonzipur 16/DA Rampungkan Pembangunan Jembatan Bailey Rusip Antara, Aceh Tengah

mm Mohd. S

Aceh Tengah – Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 16/Dhika Anoraga berhasil menyelesaikan pembangunan Jembatan Belly di Kampung KR Pelang, Kabupaten Aceh Tengah. Jembatan tersebut kini telah dapat digunakan dan diharapkan mampu mendukung kelancaran akses transportasi serta aktivitas masyarakat setempat, khususnya sebagai jalur penghubung antarkecamatan. Sabtu (17/1/26)

Pembangunan Jembatan Belly ini merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Darat dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan konektivitas wilayah, terutama di daerah yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses akibat kondisi geografis dan infrastruktur yang belum memadai. Kehadiran jembatan ini menjadi solusi penting bagi masyarakat dalam menunjang mobilitas harian.

Jembatan Belly yang dibangun oleh prajurit Yonzipur 16/Dhika Anoraga memiliki kemampuan menampung beban hingga 15 ton. Dengan spesifikasi tersebut, jembatan ini dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk kendaraan pengangkut hasil pertanian dan kebutuhan logistik masyarakat.

Proses pembangunan jembatan diselesaikan dalam waktu 12 hari kerja. Selama pelaksanaan, prajurit Yonzipur 16/Dhika Anoraga bekerja secara terukur dan profesional, mulai dari tahap persiapan, perakitan rangka jembatan, hingga pemasangan dan pengujian akhir guna memastikan jembatan aman dan layak digunakan.

Secara strategis, Jembatan Belly ini menghubungkan Kecamatan Silih Nara dengan Kecamatan Rusip Antara di Kabupaten Aceh Tengah. Jalur tersebut sebelumnya cukup sulit dilalui, terutama saat musim hujan, sehingga kehadiran jembatan baru ini sangat membantu memperpendek waktu tempuh serta meningkatkan kelancaran arus transportasi antarwilayah.

Masyarakat Kampung KR Pelang dan sekitarnya menyambut baik serta mengapresiasi upaya prajurit TNI yang telah bekerja keras hingga jembatan dapat difungsikan. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan aman.

Komandan Batalyon Zeni Tempur 16/Dhika Anoraga, Letkol Czi Rudy Haryanto, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Belly ini merupakan bentuk pengabdian TNI AD kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman.

“Pembangunan Jembatan Belly ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD dalam membantu meningkatkan akses dan kesejahteraan masyarakat. Kami berupaya agar jembatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga,” ujarnya.

Beliau mengungkapkan bahwa meskipun dihadapkan pada keterbatasan medan dan kondisi alam, seluruh prajurit tetap bekerja dengan semangat dan dedikasi tinggi demi menyelesaikan pembangunan tepat waktu.

“Dengan kerja sama dan semangat kebersamaan, Alhamdulillah pembangunan jembatan dapat diselesaikan dalam 12 hari sesuai rencana, dengan tetap mengutamakan faktor keamanan dan kualitas konstruksi,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan Jembatan Belly dipilih karena bersifat fleksibel, kuat, dan cepat dipasang, sehingga sangat sesuai untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terhadap akses penghubung antarwilayah.

“Jembatan Belly memiliki keunggulan dari sisi kekuatan dan kecepatan pemasangan. Dengan kapasitas beban hingga 15 ton, jembatan ini cukup aman untuk mendukung aktivitas transportasi masyarakat,” jelasnya.

Danyon Zipur 16/Dhika Anoraga menegaskan bahwa TNI AD akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur, khususnya di daerah yang masih membutuhkan sentuhan pembangunan.

“Kami siap mendukung program pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas wilayah, karena infrastruktur yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Letkol Czi Rudy Haryanto berharap, keberadaan Jembatan Belly di Kampung KR Pelang ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat jangka panjang.

“Harapan kami, jembatan ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan dirawat bersama, sehingga dapat menunjang aktivitas masyarakat dalam jangka waktu yang lama serta menjadi sarana penggerak perekonomian warga,” pungkasnya.

Dengan rampungnya pembangunan Jembatan Belly ini, Yonzipur 16/Dhika Anoraga kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dan berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah serta membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah Aceh Tengah.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Tiba di Lanud Sultan Iskandar Muda, Menhan RI dan Wakasad Disambut Pangdam IM

Daerah

Zidam IM Kebut Pembangunan Jembatan Bailey Desa Cot Bada Kabupaten Bireuen

Daerah

Aturan Pengunaan Dana Desa Tahun 2025

Daerah

Kapolda Aceh Hadiri Penutupan Semarak Ramadan Kodam IM

Daerah

Jufrizal Kembali Nahkodai PWI Aceh Besar, UKW Jadi Program Prioritas

Daerah

Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah Di Prosesi Pembukaan MTQ Aceh  Ke 37

Daerah

Kapolda Aceh Turun Langsung ke Lokasi Demo: Semangati Personel hingga Makan Bersama

Daerah

Polda Aceh Gelar Patroli Berskala Besar, Pastikan Situasi Aman dan Kondusif