Home / Parlementarial

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:46 WIB

Reses Bersama Pemuda, Farid Nyak Umar Dorong Pencegahan HIV/AIDS di Banda Aceh

Tiara Ayu Juneva

Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar, ST menyampaikan materi dalam kegiatan Reses II Masa Persidangan III DPRK Banda Aceh Tahun 2026 di Aula Bapelkes Aceh, Banda Aceh, Kamis (2/7/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar, ST menyampaikan materi dalam kegiatan Reses II Masa Persidangan III DPRK Banda Aceh Tahun 2026 di Aula Bapelkes Aceh, Banda Aceh, Kamis (2/7/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Banda Aceh – Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, ST, mengajak generasi muda meningkatkan kewaspadaan terhadap perilaku seksual berisiko dan turut berperan dalam upaya pencegahan HIV/AIDS di Kota Banda Aceh.

Ajakan tersebut disampaikan Farid dalam kegiatan Reses II Masa Persidangan III DPRK Banda Aceh Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Bapelkes Aceh, Kamis (2/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Farid menekankan pentingnya perhatian serius terhadap persoalan kesehatan dan ketahanan sosial generasi muda. Menurutnya, peningkatan kasus HIV/AIDS harus menjadi perhatian bersama dan direspons melalui edukasi, pencegahan, serta keterlibatan aktif masyarakat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, hingga akhir Mei 2026 tercatat 909 kasus HIV/AIDS, terdiri atas 745 kasus HIV dan 164 kasus AIDS.

Farid mengatakan, kondisi tersebut menjadi alarm bagi semua pihak untuk memperkuat edukasi mengenai kesehatan reproduksi, perilaku seksual yang aman, serta pencegahan penularan HIV/AIDS, khususnya di kalangan generasi muda.

“Pemuda Banda Aceh harus waspada. Peningkatan kasus HIV/AIDS yang signifikan ini menjadi ancaman bagi ketahanan sosial dan moral bangsa. Generasi muda tidak boleh terjebak dalam perilaku berisiko,” tegas Farid.

Ia juga menyampaikan pandangannya mengenai persoalan LGBT dalam konteks nilai agama, moral, dan sosial yang dianut masyarakat Aceh. Menurutnya, edukasi kepada generasi muda perlu dilakukan secara tepat agar mereka mampu menjaga diri dan menghindari perilaku yang berisiko terhadap kesehatan.

Farid menyebut pemerintah dan masyarakat perlu memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi serta kampanye kesehatan. Ia juga merujuk pada kebijakan pemerintah terkait ketahanan nasional dan pencegahan berbagai ancaman nonmiliter.

Farid menambahkan, pemuda memiliki peran penting dalam membantu Pemerintah Kota Banda Aceh menekan penyebaran HIV/AIDS. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui edukasi sebaya di lingkungan sekolah, kampus, maupun komunitas serta aktif menyebarkan informasi kesehatan yang benar.

Dalam kesempatan tersebut, Farid juga menekankan pentingnya membangun budaya hidup sehat dengan menjauhi perilaku berisiko dan mendukung berbagai program pemerintah, termasuk skrining dini serta kampanye pencegahan HIV/AIDS.

“Saya percaya pemuda Banda Aceh adalah garda terdepan dalam menjaga moralitas dan kesehatan masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pemuda harus menjadi mitra strategis dalam menekan angka HIV/AIDS, melalui edukasi sebaya, kampanye hidup sehat, dan keterlibatan aktif dalam program skrining. Dengan semangat kebersamaan, kita bisa melindungi generasi dari ancaman perilaku berisiko dan penyakit menular yang merusak masa depan bangsa,” ujar Ketua DPD PKS Banda Aceh tersebut.

Ajakan Farid mendapat sambutan dari para pemuda yang mengikuti kegiatan reses. Salah seorang peserta dari Gampong Lambaro Skep, Firdausi, menyatakan dukungannya terhadap upaya bersama dalam menekan angka HIV/AIDS dan menjaga Banda Aceh tetap sehat serta bermartabat.

“Kami sebagai pemuda merasa punya tanggung jawab besar. Apa yang disampaikan Pak Farid menjadi pengingat bahwa kami harus ikut turun tangan. Kami siap membantu pemerintah dengan cara sederhana, seperti mengedukasi teman sebaya, ikut kampanye hidup sehat, dan menjauhi perilaku berisiko. Ini bukan hanya untuk diri kami, tapi juga untuk masa depan Banda Aceh,” kata Firdausi.

Kegiatan reses bersama para pemuda tersebut tidak hanya menjadi wadah untuk menyerap aspirasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong generasi muda agar mampu menjaga diri, memperkuat nilai-nilai agama, serta berperan aktif dalam memberikan edukasi kesehatan kepada lingkungan sekitar.

(*)

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Ketua DPR Aceh Desak Pemerintah Segera Realisasikan APBA 2025  

Parlementarial

Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah Raih Serambi Award 2026 atas Responsivitas kepada Warga

Parlementarial

DPRA Bakal Panggil BKA Untuk Melihat Database Tenaga Non-PNS

Parlementarial

DPRK Banda Aceh Minta Pemko Tindak Tegas Pelanggar Garis Sempadan Bangunan

Parlementarial

Ketua DPRA Zulfadhli Sambut Mendagri di Bandara SIM

Parlementarial

Komisi VI DPRA menerima aspirasi yang disampaikan oleh Asosiasi Tenaga Administrasi Sekolah (ATAS) Provinsi Aceh

Parlementarial

Salihin: Revisi UUPA dan Keberlanjutan Otsus Sangat Penting untuk Aceh

Ekbis

Sekda Aceh Bersilaturahmi dengan Praja IPDN Asal Aceh di Jatinangor