Home / Parlementarial

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Aliansi Mahasiswa Peduli Agraria Sampaikan Delapan Tuntutan kepada DPRA

REDAKSI

Aliansi Mahasiswa Peduli Agraria menyampaikan tuntutan kepada DPRA agar pemulihan lahan pertanian terdampak bencana dan penyelesaian konflik agraria di Aceh dipercepat, Banda Aceh, Kamis (1/10/2026). Foto: Dok. DPRA

Aliansi Mahasiswa Peduli Agraria menyampaikan tuntutan kepada DPRA agar pemulihan lahan pertanian terdampak bencana dan penyelesaian konflik agraria di Aceh dipercepat, Banda Aceh, Kamis (1/10/2026). Foto: Dok. DPRA

Banda Aceh – Gedung DPRA – Kembali menerima penyampaian aspirasi dari sekitar 350 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Agraria, Kamis siang (01/10/2026). Dipimpin oleh Koordinator Lapangan Teuku Novriafdhal, massa yang bergerak dari titik kumpul Suzuya Simpang Lima menyuarakan isu-isu mendesak seputar nasib petani lokal, konflik pertanahan, serta penanganan pascabencana hidrometeorologi.

Ketua Komisi II DPRA Khairil Syahrial, Ketua Komisi V DPRA Rijaluddin, Ketua Badan Legislasi DPRA Irfansyah dan Komisi III DPRA Muhammad Rizky turun langsung menemui massa mahasiswa untuk mendengarkan delapan poin tuntutan yang diajukan, yakni:

  1. Evaluasi menyeluruh dan perbaikan kebijakan sektor pertanian Aceh.
  2. Percepatan tahap rekonstruksi dan rehabilitasi (rekon-rehab) sektor pertanian.
  3. Desakan penanganan segera pascabencana di sektor pertanian oleh Pemerintah Aceh.
  4. Transparansi dan akurasi data kerusakan lahan serta sarana pertanian.
  5. Perlindungan serta pemulihan sektor peternakan masyarakat.
  6. Transparansi dan akuntabilitas anggaran pemulihan bencana sektor pertanian.
  7. Penyelesaian secara tuntas berbagai konflik agraria di Aceh.
  8. Penegasan perlindungan lingkungan hidup dan penguatan mitigasi bencana hidrometeorologi.

Narasi tuntutan mahasiswa ini sejalan dengan kondisi riil lapangan di berbagai daerah di Aceh. Kerusakan ribuan hektare lahan pertanian/sawah warga akibat bencana banjir hidrometeorologi di beberapa wilayah (seperti Pidie Jaya dan Aceh Tenggara) memerlukan langkah rekon-rehab yang transparan dan tidak tertunda. Di samping itu, maraknya sengketa pertanahan yang melibatkan lahan masyarakat, HGU, dan tanah adat di Aceh (seperti dinamika konflik agraria di Aceh Timur maupun Cot Girek) menegaskan pentingnya evaluasi kebijakan pertanahan daerah secara menyeluruh.

Sikap & Komitmen DPRA

DPRA berdiri bersama mahasiswa dan petani Aceh. Kami menggarisbawahi pentingnya transparansi data kerusakan lahan serta akuntabilitas alokasi anggaran penanganan bencana di Dinas Pertanian & Perkebunan Aceh dan BPBA. DPRA akan menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal agar proses rehabilitasi sawah dan lahan warga berjalan cepat. Mengenai konflik pertanahan, DPRA berkomitmen untuk mendorong efektivitas Gugus Tugas Reforma Agraria Aceh dan memanggil pihak-pihak terkait guna memastikan pemulihan hak-hak tanah masyarakat.

DPRA menyampaikan komitmennya untuk segera menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan bersama jajaran Eksekutif guna membedah dokumen percepatan pemulihan pertanian dan peta penyelesaian konflik agraria di Aceh.

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Cegah Anak Putus Sekolah, Zidan Dukung Program Beasiswa di Banda Aceh

Parlementarial

Ketua DPRK Banda Aceh Usulkan Pembentukan Komite Penanganan AIDS

Parlementarial

Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, DPRA Fasilitasi Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Bersama KPK-RI

Parlementarial

Anggota DPRA Desak Evaluasi Daycare Usai Kasus Kekerasan Balita di Banda Aceh

Parlementarial

Ketua Fraksi PA: Sesuai Rekomendasi DPRA,Pergub JKA Dicabut

Parlementarial

Sekda Aceh Terima Audiensi Mahasiswa, Paparkan Capaian dan Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

Parlementarial

Ketua DPRK Irwansyah minta pelaku wisata Banda Aceh jaga pelayanan ramah-islami & keamanan wisatawan. Pungli, tarif tak wajar & getok harga harus dibasmi dengan sanksi tegas.

Parlementarial

BPK Dorong Pemprov Aceh Lakukan Langkah Strategis Penyelesaian Utang RSUDZA