Home / Pemerintah Aceh

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:17 WIB

Cegah Pengaruh Misionaris, Pemerintah Aceh Perkuat Peran Dai Perbatasan Pascabencana

mm Redaksi

Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh terus memperkuat peran Da’i Perbatasan sebagai langkah strategis untuk mencegah masuknya pengaruh misionaris di wilayah perbatasan, khususnya pascabencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Zahrol Fajri, mengatakan kondisi pascabencana ini membuat kondisi sosial dan psikologis masyarakat semakin rentan. Sehingga kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan pendekatan keagamaan kepada masyarakat terdampak.

“Kondisi pascabencana membuat psikologis masyarakat sangat rentan. Di sinilah peran Da’i Perbatasan menjadi sangat krusial sebagai penguat iman, penenang batin, sekaligus penjaga akidah umat, terutama di wilayah perbatasan yang rawan masuknya misi keagamaan dari luar,” kata Zahrol dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

Ia menjelaskan, sejak awal terjadinya bencana, DSI Aceh telah memberikan perhatian khusus kepada para Da’i Perbatasan yang turut terdampak musibah.

Beberapa hari setelah bencana, DSI Aceh secara langsung mengantarkan bantuan kemanusiaan yang secara khusus diperuntukkan bagi para Da’i Perbatasan, terpisah dari porsi bantuan untuk masyarakat umum.

“Para Da’i Perbatasan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan akidah umat. Oleh karena itu, mereka mendapatkan perhatian khusus, termasuk bantuan kemanusiaan yang kami salurkan langsung pascabencana,” ujarnya.

Selain bantuan kemanusiaan, DSI Aceh juga secara aktif memantau kondisi para Da’i Perbatasan di lapangan serta mengadvokasi berbagai kebutuhan administrasi dan kesejahteraan mereka. Mulai dari proses pemberkasan PPPK, honorarium, hingga pemenuhan hak-hak lainnya tetap diupayakan berjalan meski dalam kondisi darurat.

Di tengah keterbatasan pascabencana, DSI Aceh terus mendorong para Da’i Perbatasan agar tetap menjalankan tugas dakwah dan pembinaan keagamaan. Menurut Zahrol, masyarakat yang mengalami trauma dan tekanan psikologis pascabencana membutuhkan penguatan iman dan pendampingan spiritual yang intensif.

Ia menambahkan, tantangan dakwah di wilayah perbatasan semakin berat dengan maraknya persoalan murtad, aliran sesat, serta gangguan akidah lainnya, yang diperparah oleh kondisi bencana.

“Karena itu, Pemerintah Aceh menilai keberadaan Da’i Perbatasan harus terus diperkuat secara sistematis dan berkelanjutan,” tuturnya.

Sebagai langkah jangka menengah dan panjang, lanjut Zahrol, DSI Aceh juga berencana kembali mengadvokasi pembangunan rumah dinas bagi Da’i Perbatasan pada tahun 2026. Program ini dinilai penting agar para Da’i dapat tinggal menetap di wilayah tugasnya dan menjalankan pembinaan keagamaan secara lebih optimal.

Ia berharap, dengan dukungan kemanusiaan, penguatan administrasi, serta perencanaan fasilitas yang lebih memadai, para Da’i Perbatasan dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga akidah umat, memperkuat ketahanan spiritual masyarakat, dan membantu pemulihan sosial pascabencana di wilayah perbatasan Aceh.

“Rumah dinas bagi Da’i Perbatasan sangat penting agar mereka dapat tinggal menetap di wilayah tugasnya dan lebih optimal dalam menjalankan pembinaan keagamaan. Ini akan terus kami perjuangkan,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Mendagri, Mensos, Gubernur, Wagub, Sekda, serta Forkopimda Aceh Buka Puasa Bersama di Masjid Raya Baiturrahman

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Dorong Alih Dukungan Huntara ke Huntap, BP BUMN Setujui Secara Prinsip

Pemerintah Aceh

Gubernur Muzakir Manaf Serahkan SK 5.789 PPPK Formasi 2024 Tahap 1 Pemerintah Aceh 

Pemerintah Aceh

Dinas Pendidikan Aceh Tegaskan Pembayaran Iklan Hanya Bisa Dilakukan jika Syarat Administrasi Terpenuhi

Pemerintah Aceh

Bertemu Fraksi Gerindra DPR RI, Gubernur Aceh Minta Dukungan Revisi UUPA Hingga Pengelolaan Blang Padang 

Pemerintah Aceh

Marlina Muzakir Serahkan Kursi Roda untuk Anak Disabilitas Aceh

Pemerintah Aceh

Prabowo Puji Mualem di SPIEF Rusia: Eks Panglima GAM, Kini Bisa Bersatu

Pemerintah Aceh

Jubir Pemerintah Aceh Pastikan Minggu Kedua Februari APBA 2026 Masuki Tahapan Realisasi