Home / Pemerintah

Sabtu, 8 Maret 2025 - 17:25 WIB

Gubernur Muzakir Manaf: Kelola Sektor Unggulan Simeulue untuk Kesejahteraan Masyarakat

mm Redaksi

Simeuleu – Kelautan, perikanan serta wisata merupakan sektor unggulan di Kabupaten Simeulue. Potensi harus benar-benar di kelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat Bumi Ate Fulawan.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, dalam sambutannya usai melantik Mohammad Nasrun Mikaris dan Nusar Amin, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Simeulue masa jabatan 2025-2030, di ruang rapat paripurna DPRK setempat, Sabtu (8/3/2025).

 

“Simeulue memiliki banyak potensi di bidang kelautan dan perikanan, pertanian, serta wisata. Karena itu, saudara bupati bersama wakil bupati harus terus memanfaatkan potensi ini secara maksimal, demi kemajuan daerah, demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Mualem.

 

Untuk memaksimalkan pengelolaan potensi tersebut, Gubernur mengingatkan Pemkab Simeulue agar selalu menjaga keharmonisan hubungan dengan Legislatif dan Eksekutif .

 

“Harmonisnya hubungan Forkopimda akan semakin memperkuat kinerja pemerintah dalam membangun Kabupaten Simeulue. Demikian juga dalam pembinaan ASN, agar selalu mengedepankan profesionalitas dan kapasitas, serta mengubah mindset dilayani menjadi melayani,“ kata Gubernur berpesan.

 

Pria yang akrab disapa Mualem itu juga berpesan agar Pemkab Simeulue selalu berkomunikasi dengan Pemerintah Aceh. “Kami, selaku Gubernur Aceh, selalu mendukung pembangunan di sini, demi kesejahteraan masyarakat Simeulue.”

 

Dalam sambutannya, Mualem juga mengingatkan agar Pemkab selalu melibatkan para akademisi dalam setiap rancangan pembangunan, sehingga program pembangunan dapat terukur dengan baik, serta memberi ruang bagi pengusaha agar program pembangunan dapat memberi nilai tambah dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

 

Selain itu, sambung Gubernur, jaga dukungan dari masyarakat, agar setiap program pembangunan yang dijalankan selalu mendapat tempat di hati masyarakat Simeulue, serta selalu meminta dukungan dan do’a para ulama di Kabupaten Simeulue, agar seluruh program pembangunan Aceh selalu mendapat ridha Allah.

 

Gubernur mengingatkan, bahwa amanah yang diberikan ini merupakan bentuk kepercayaan masyarakat yang harus dijaga dengan baik. Karena itu, Gubernur berpesan agar Bupati dan Wakilnya dapat menjadi pemimpin yang amanah, bijaksana, dan bertanggung jawab dalam mengemban tugas selama lima tahun ke depan.

 

“Tugas yang diemban bukanlah tugas yang ringan. Kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat harus dijawab dengan kerja nyata dan program-program pembangunan untuk kepentingan rakyat,” kata Mualem mengingatkan.

 

“Di samping itu, saat ini saudara telah menjadi Bupati dan Wakil Bupati bagi seluruh masyarakat Simeulue, bukan hanya bagi pendukung tertentu. Maka tidak ada pendukung nomor ini dan pendukung nomor itu, yang ada pendukung nomor Simeulue,” sambung Gubernur.

 

“Selamat Bekerja, semoga Kabupaten Simeulue yang saudara pimpin senantiasa dalam keadaan aman dan damai, serta kita semua selalu mendapatkan petunjuk, bimbingan, dan rahmat Allah,” pungkas Gubernur Aceh.

 

Sebelumnya, Bupati Simeulue Mohammad Nasrun Mikaris, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar Gubernur Aceh Muzakir Manaf selaku Kepala Pemerintahan Aceh selalu mendukung berbagai program pembangunan di daerah kepulauan tersebut, []

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Pemkab Aceh Besar Siap Kendalikan Harga Pasar Jelang Ramadhan 1446 H

Pemerintah

Satgas Pamtas Yonif 112/DJ Kodam Iskandar Muda Gelar Bhaksos di Puncak Jaya

Pemerintah

Hardiknas 2026, Disdik Aceh Instruksikan Sekolah Gelar Kegiatan Edukatif dan Peduli Lingkungan

Pemerintah

Kapolda Aceh Hadiri Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bireuen

Pemerintah

Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Gelar Buka Puasa Bersama Pengurus Partai Koalisi

Pemerintah

Acara Peusijuk Bupati dan wakil Bupati Aceh Barat Terpilih Di Gampong Tengoh Berjalan Lancar.

Parlementarial

Zulfadhli Tegaskan Pentingnya Rekomendasi DPRA dalam Relasi UUPA

Pemerintah

Kakanwil Kemenkum Aceh lakukan Penguatan IRH dan Pemetaan Kekayaan Intelektual di Kota Lhokseumawe