Home / Berita / Nasional / Pendidikan

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:20 WIB

Nyaris Putus Sekolah, Nur Haliza Akhirnya Dapat Jalan Terus Berkat GEMANTARA dan di dampingi tim Acehreal.com

Raka

Aceh Utara –Empat hari sejak tahun ajaran baru dimulai, seorang anak yatim di Gampong Bayi, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, belum dapat mengenyam pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) akibat keterbatasan ekonomi. Kondisi tersebut menggugah kepedulian Organisasi Masyarakat Gerakan Masyarakat Nusantara (GEMANTARA) Aceh Utara yang segera turun tangan memberikan bantuan dan di dampingi tim Acehreal.com, Kamis (16/7/2026).

 

Anak tersebut bernama Nur Haliza, yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD). Namun, sejak ayahnya meninggal dunia delapan tahun lalu, sang ibu, Rosna, yang berstatus sebagai janda, tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan putrinya.

Mengetahui kondisi tersebut, Rosna menghubungi GEMANTARA Aceh Utara dan menyampaikan harapannya agar sang anak dapat memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.

 

Merespons laporan itu, Ketua GEMANTARA Aceh Utara Iskandar, S.Kom., MSM bersama jajaran langsung menjemput Nur Haliza untuk dibawa ke Dayah Raudhatul Huda di Gampong Cibrek, Kecamatan Tanah Luas. Di dayah tersebut, Nur Haliza akan memperoleh pendidikan agama dan pendidikan umum secara layak.

 

Dalam proses penjemputan turut hadir perwakilan GEMANTARA Provinsi Aceh serta dukungan dari Grup Aceh Meutuah dan tim Acehreal.com yang berada di Malaysia.

 

Dayah Raudhatul Huda yang diasuh oleh Abi Muhammad Dian saat ini membina sekitar 195 anak yatim, anak terlantar, dan fakir miskin. Seluruh kebutuhan operasional dayah dipenuhi melalui dukungan para donatur yang secara konsisten memberikan bantuan.

 

Ketua GEMANTARA Aceh Utara, Iskandar, S.Kom., MSM, mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena faktor ekonomi.

 

“Melihat kondisi tersebut, kami langsung bergerak memberikan bantuan dan pendampingan agar Nur Haliza dapat kembali melanjutkan pendidikan. Bantuan ini bukan hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi bukti bahwa masih banyak masyarakat yang peduli terhadap masa depan anak-anak yang kurang beruntung,” ujarnya.

 

Suasana haru menyelimuti proses penjemputan. Tangis bahagia dari keluarga tak terbendung ketika harapan yang sempat pupus akhirnya kembali hadir melalui uluran tangan berbagai pihak.

 

Kisah Nur Haliza menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan sebagaimana dijamin oleh negara. Namun, kenyataan di lapangan masih menunjukkan adanya anak-anak, khususnya yatim dan keluarga kurang mampu, yang belum dapat menikmati hak tersebut karena keterbatasan ekonomi.

 

Melalui momentum ini, GEMANTARA berharap pemerintah, khususnya pemerintah gampong, lebih peka dan aktif mendata masyarakat yang membutuhkan, sehingga tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan bersekolah akibat persoalan ekonomi.

 

“Kami berharap pemerintah gampong lebih jeli melihat kondisi masyarakatnya. Jangan sampai masih ada anak yatim yang terpaksa putus sekolah karena tidak mampu. Pendidikan adalah hak setiap anak dan menjadi tanggung jawab kita bersama,” tutup Iskandar.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

Polsek Baitussalam Komitmen Tangani Kasus Pencurian dan Pengancaman  

Pendidikan

Plt. Kadisdik Aceh: Guru Tak Hanya Mengajar, Tapi Menuntun ke Surga

Berita

Penetapan Pemenang Tender RS Regional Yulidin Away Tapaktuan Ditunda, TTI Curigai Panitia Minta Fee Terlalu Besar

Nasional

Divhumas Polri Gelar Apel Kesiapsiagaan dalam Rangka Operasi Ketupat 2025

Daerah

Disdik Aceh Targetkan Tuntasnya PPG Dalam Jabatan Guru Agama Islam pada Tahun 2025

Berita

Gubernur Muzakir Manaf Serahkan Laporan Keuangan ke BPK-RI Perwakilan Aceh

Pendidikan

SMA Kartika XIV-1 Banda Aceh Gelar Seleksi Penerimaan Siswa Baru.

Nasional

Demi Hilirisasi KEK Arun, Pemerintah Aceh Desak Kejelasan PoD Blok Andaman dan Surati Presiden