Banda Aceh – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, ST, melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni secara simbolis di Gampong Lhoong Cut, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PKS Aceh Ustaz Ismunandar, ST, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Banda Aceh, serta para keuchik dan perangkat gampong, di antaranya Keuchik Gampong Lam Ara, Lamlagang, Lhoong Raya, dan Lhoong Cut.
Dalam sambutannya, Irwansyah menegaskan bahwa salah satu fokus pengabdiannya sebagai anggota legislatif adalah mengadvokasi penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat Kota Banda Aceh.
Menurutnya, berdasarkan berbagai kunjungan lapangan yang dilakukan, masih ditemukan sejumlah rumah warga dalam kondisi tidak layak dihuni. Padahal, sebagai ibu kota Provinsi Aceh, kondisi tersebut dinilai seharusnya tidak lagi ditemukan.
Irwansyah juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh di bawah kepemimpinan Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal yang terus meningkatkan program penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, selama dua periode sebelumnya sebagai anggota DPRK Banda Aceh, dirinya telah berhasil mengadvokasi pembangunan 12 unit rumah layak huni di sejumlah wilayah Kota Banda Aceh, terutama di Kecamatan Banda Raya dan Kecamatan Jaya Baru.
Sementara pada periode jabatan saat ini sebagai Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah telah mengadvokasi pembangunan dan rehabilitasi tujuh unit rumah layak huni, terdiri atas tiga unit pada 2025 dan empat unit pada 2026.
Khusus tahun ini, empat unit rumah yang diadvokasi tersebut dianggarkan melalui APBK Banda Aceh 2026 pada Dinas Perkim Kota Banda Aceh.
Keempat rumah tersebut masing-masing milik Azhar di Gampong Lhoong Raya, Yulia Bintang di Gampong Lamlagang, Ainal di Gampong Lhoong Cut, dan Ika Jinan di Gampong Lam Ara.
Irwansyah mengaku masih prihatin karena hingga kini masih terdapat warga yang tinggal di rumah dalam kondisi tidak layak huni.
Menurutnya, meskipun jumlah bantuan rumah layak huni terus meningkat setiap tahun, masih ada masyarakat yang hidup dalam kondisi memprihatinkan.
Ia mencontohkan adanya rumah warga yang seluruh bagian dindingnya terbuat dari seng sehingga terasa sangat panas untuk ditempati, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil atau bayi.
Selain itu, masih ditemukan rumah dengan lantai tanah serta dinding papan yang telah lapuk, dimakan rayap, bahkan berlubang.
Kondisi tersebut, kata Irwansyah, ditemukan pada sejumlah rumah yang tahun ini berhasil diadvokasi untuk mendapatkan bantuan pembangunan maupun rehabilitasi.
“Sudah sepatutnya, kondisi seperti ini tidak lagi ada di Kota Banda Aceh,” ujar politisi muda PKS tersebut.
Ia menegaskan, upaya menghadirkan rumah layak huni akan tetap menjadi salah satu prioritas utama yang terus diperjuangkannya bagi masyarakat Kota Banda Aceh.
“Alhamdulillah selama dua periode sebelumnya sudah kita advokasi 12 unit rumah. Lalu dalam dua tahun di periode baru sebagai Ketua DPRK, kita berhasil advokasi lagi tujuh unit rumah. Dan ini akan dilanjutkan terus insyaAllah, dengan izin Allah SWT tentunya,” ujarnya.
Selain sektor perumahan, Irwansyah juga terus mendorong pembangunan infrastruktur gampong, seperti perbaikan drainase lingkungan, jalan lingkungan, jalan rabat beton, hingga pengaspalan jalan.
Menurutnya, peningkatan infrastruktur permukiman dan kawasan perkotaan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kota Banda Aceh yang semakin nyaman, tertata, dan layak huni bagi seluruh masyarakat.
(*)









